Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

  • Belajar Bahasa Jepang

    Bagian JLPT yang Paling Bikin Gagal

    Ayo bulan Juli udah makin deket loh, siapa di sini yang masih berleha-leha belajarnya? Udah kebagian kuota kan?. Ya kali ini aku mau bahas tentang JLPT. Oke, jujur deh. Buat kalian yang sekarang lagi persiapan JLPT, bagian mana yang paling kalian takutin? Aku yakin sebagian besar dari kalian bakal jawab: "KANJI dong, kak! Banyak banget, susah lagi!" Nah, justru di situ banyak yang salah kaprah. Kenapa? Ayo kita bahas!

    Kalian yang masih pemula ketika liat kanji, pasti langsung ngerasa kanji itu seram. Tapi tau ga? Ternyata bukan itu yang jadi penyebab paling banyak orang gagal ketika test JLPT. Ada "penghalang tak terlihat" yang sering banget luput dari radar persiapan kalian, udah kaya penyakit jantung yang tiba-tiba menyerang. So, di artikel ini aku mau bongkar satu per satu supaya kalian bisa mengantisipasinya ya. Tapi sebelum itu, siapa tau ada yang belum tau struktur ujian dalam JLPT, jadi aku coba rangkum dulu struktur ujiannya biar kita sefrekuensi ya.

    Struktur Ujian JLPT yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Mulai Belajar

    JLPT N5~N4 terdiri dari tiga bagian besar:

    1. Moji Goi (文字・語彙) — Kanji dan kosakata
    2. Bunpou + Dokkai (文法・読解) — Pola kalimat dan membaca
    3. Choukai (聴解) — Mendengarkan

    Sedangkan N2 dan N1 jadi 2 bagian

    1. Gengo Chisiki (言語知識) — Pengetahuan bahasa (meliputi kosakata, kanji, pola kalimat dan membaca)
    2. Choukai (聴解) — Mendengarkan (Listening)

    Sistem penilaiannya bukan sekadar ngejar minimal total nilai secara keseluruhan, tapi ada juga passing score per sesinya. Artinya, kalian bisa punya total nilai tinggi, tapi kalau salah satu seksinya di bawah batas minimum, tetap TIDAK LULUS. Ini yang sering banget jadi jebakan, karena masih ada yang ngira ga perlu mahir di semua sesi, dan hanya fokus untuk mahir di satu sesiinya aja udah cukup tanpa mengetahui ada sessional score yang harus di kejar di setiap sesinya. Udah paham sampe sini? Berarti kalian harus punya skill yang merata ya untuk bisa lulus.

    Kanji si "Bintang Iklan" yang Ternyata Bukan Musuh Utama

    Kita ambil contoh deh kalau mau ikut JLPT N4, kalian perlu hafal bentuk kanji N4 sekitar 200 kanji, ditambah yang N5nya sekitar 80 kanji jadi totalnya sekitar 280an ya. Kedengarannya banyak, tapi sebenarnya ini adalah kanji-kanji yang cukup sering muncul di kehidupan sehari-hari. Karena sering muncul, kalian yang rajin baca atau dengerin materi Jepang secara konsisten bakal familiar dengan banyak dari kanji ini. Konsistenkan nambahin kanji baru tiap hari, terus dengan banyak baca-baca tulisan Jepang kalian bisa hafal kok sama kanji.

    Aku ga bilang kanji bisa dikesampingkan dan bisa diabaikan ya! Tapi maksudku, kanji itu visible enemy. Kalian tau musuhnya, bisa dihitung, bisa didrill satu per satu. Tapi dalam ujian seperti JLPT, yang berbahaya justru sesuatu tidak kelihatan seperti musuh. Aku coba jabarin apa aja penghalang tak terlihat yang perlu kalian hadapi.

    3 Penghalang Tersembunyi yang Sering Bikin Peserta JLPT Gagal

    Choukai (Listening) — Sesi yang Paling Diremehkan

    Ini dia yang paling sering bikin orang kaget di hari H ujian.

    Banyak peserta yang belajar berbulan-bulan tapi porsi latihannya 90% baca dan hafal, 10% dengerin. Begitu masuk ruang ujian, soal listening muncul, dan... panik. Di level N5 dan N4 mungkin masih terasa gampang banget soalnya pace atau kecepatan ngomongnya masih terbilang pelan. Tapi karena cuman diputar sekali, dan ga ada teks yang bisa dibaca ulang, banyak yang ngeblank saat sesi ini.

    Soal listening itu bukan sekadar "dengar lalu pilih jawaban". Ada soal yang menguji kemampuan kalian untuk memahami konteks percakapan, bukan cuma kata per kata. Misalnya dua orang lagi ngomongin jadwal, dan kalian harus nyimpulin mereka setuju ketemu jam berapa. Kalau kalian jarang latihan listening, kosakata yang udah dihafalin pun jadi percuma karena otak belum terlatih memproses bahasa yang masuk lewat telinga bukan lewat mata. 

    Untuk yang telinganya udah terbiasa dengan bahasa Jepang seperti dari anime, drama, lagu-lagu Jepang atau mungkin dari game, bisa jadi listening akan terasa relatif mudah. Tapi aku tau ga semua dari kalian melakukan itu, jadinya ada yang ngerasa listening itu bukan sesi yang mudah. Kalau mau latihan listening yang penglafalan dan pace bicara yang dekat dengan native coba banyak-banyak nonton drama dan variety show Jepang. Tapi untuk melatih listening sebaiknya ga pilih-pilih, silahkan latihan dari mana yang kalian suka dan sesuai dengan level kalian dulu.

    Grammar JLPT Bukan Soal Hafalan, tapi Pemahaman Konteks

    Banyak yang belajar pola kalimat dengan cara menghafal rumus, contoh waktu belajar pola kalimat "Bentuk TE + から = setelah melakukan A, lakukan B." Hafal? Iya. Tapi pas ketemu soal, tetap bingung?

    Ini karena soal grammar di JLPT itu bukan ujian hafalan rumus, tapi ujian pemahaman konteks. Soalnya sering dalam bentuk kalimat panjang yang disisipin grammar point di tengah-tengah, dan jawabannya kelihatannya mirip semua. Buat yang cuman hafal rumus A = B, pasti bakal kebingungan waktu ngerjain soal pola yang mirip. Contoh, kalian pasti tau bedanya Bentuk TE + もいいです dan Bentuk A + なければならない, tapi kalau udah masuk ke kalimat kompleks dengan konteks percakapan tertentu, pilihannya bisa bikin ragu.

    Ya sebenernya kalau ngomongin pola kalimat yang lebih sering jadi jebakan untuk para pemula itu bisa jadi "partikel" ya? Partikel secara jumlah ga sedikit sih tapi sebenernya simpel kalau paham logikanya. Kenyataannya banyak yang menghafalkan partikel tanpa mengerti logika penggunaannya. Contoh paling seringnya di partikel-partikel keterangan tempat. Kapan kita pakai partikel へ, に, で, sama を. Kalau paham logika perbedaannya sebenernya partikel akan terasa gampang. Inget kuncinya bukan hafal tapi paham. Mau sampai kapan kalian di level kognitif menghafal? Bahasa itu bukan hanya di hafal tapi dipahami, yang akhirnya diaplikasikan di keseharian kalian.

    Manajemen Waktu saat Ujian JLPT

    Kita mengelola waktu ga hanya di tempat kerja loh. Ketika ikut ujian seperti JLPT akan terasa sangat berbeda ketika kalian bisa mengelola waktu kalian selama proses ujian. Ini yang paling jarang banget dibahas orang, padahal dampaknya sangat terasa di hari ujian.

    Kenapa? Karena JLPT itu ada batas waktunya. Tiap level dan tiap sesi punya durasi waktu yang berbeda. Kejadian di lapangan sering kali peserta sebenernya tau jawabannya, tapi kehabisan waktu karena terlalu lama di soal tertentu. Ujung-ujungnya soal-soal di akhir diisi asal-asalan. Gara-gara kehabisan waktu jadi ya udah diisi apa aja lah dari pada kosong. Padahal udah belajar bagian itu loh, jadi pasti bisa jawab benernya. Kalau gitu kan skor kalian jadi ga bisa maksimal ya. Harusnya kalian bisa lulus tapi malah gagal karena soal-soal yang bisa kalian isi dengan bener malah diisi asal-asalan.

    Makanya ketika ngerjain soal JLPT, pastikan kalian mengerjakannya secara efektif. Ketika kalian udah baca soal, dan pilihan gandanya kalian GA KENAL sama kanjinya atau sama pola kalimatnya, mau dipikirin sampe kepala kalian botak juga ga akan dapet jawabannya. Jadi ya udah langsung skip aja dan move on ke soal berikutnya. Pastikan semua soal yang kalian bisa bener udah keisi dulu, sisa yang ga yakin atau yang ga tau isinya bisa dipikirin nanti belakangan. Inget ya SKIP SOAL YANG BIKIN BINGUNG dan pikirin soal itu belakangan aja.

    Lalu Gimana Strategi Belajar Kanji yang Benar untuk JLPT?

    Oke balik lagi ke kanji. Aku bilang bukan halangan, tapi bukan berarti diabaikan ya! Secara jumlah memang banyak, dan ini harus dipelajari. Kalau fondasi kanji kalian kuat, bagian lain jadi lebih mudah. Karena di soal kanji, kosakata, bunpo, sampai dokkai (membaca) kalian bakal ketemu banyak teks yang butuh pemahaman kanji. Tapi kita tau kanji apa aja yang perlu dipelajari kan? Coba baca buku kanji N5 atau N4, pasti ada list kanji apa aja yang perlu dipelajari. Bahkan ada kanji card yang membantu kalian belajar kanji lewat ilustrasi. 

    Jadi kanji itu musuh yang terlihat bentuknya dan ga sulit untuk mengalahkannya selama kita tau cara belajarnya. Yang kesulitan mengerjakan soal kanji, itu mereka yang memang belum belajar aja. Belum kenal bentuk kanji dan makna kanjinya. Yang masih kesulitan belajar kanji coba tonton video dibawah ini ya, siapa tau membantu kalian.


    Kesimpulan

    JLPT bukan cuma ujian hapalan. Ini ujian yang menguji apakah kalian bisa menggunakan bahasa Jepang, bukan cuma mengingat-ingatnya. Makanya persiapan yang seimbang antara kosakata, grammar, listening, yang merata itu penting. Selain itu mulailah sadar untuk mengelola waktu ketika ujian nanti agar bisa mendapat skor yang maksimal.

    Kalau kalian pengen persiapan yang lebih terstruktur dan ingin belajar bahasa Jepang otodidak yang efektif ga buang-buang waktu, coba lirik program Akselerasi N4 = 15 Hari di J-Class. Info lengkapnya bisa cek di https://j-class.id/akselerasi-n4/. Gimana bahasan kali ini? Kalau ada pertanyaan atau mau sharing pengalaman ujian JLPT kalian silahkan tulis aja di kolom komentar ya. Kita diskusi bareng!

  • Belajar Bahasa Jepang

    Angka dalam Bahasa Jepang: Lebih Mudah dari yang Kamu Kira


    "Ichi, ni, san..." — siapa di sini yang lagi menghafalkan angka dalam bahasa Jepang? Atau mungkin sudah mulai belajar tapi masih belum hafal-hafal juga?

    Kabar baiknya, belajar bilangan bahasa Jepang untuk pemula itu jauh lebih mudah dari yang kamu bayangkan. Bahkan lebih mudah dibanding angka dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kenapa bisa begitu? Ikuti pembahasan ini sampai selesai, dan kamu akan paham sendiri jawabannya.

    Kenapa Angka Bahasa Jepang Lebih Mudah dari Bahasa Indonesia dan Inggris?

    Sebelum masuk ke cara baca angka dalam bahasa Jepang, coba kita lihat dulu perbandingannya.

    Dalam bahasa Indonesia, ada banyak sekali kosakata angka yang perlu dipelajari. Dari angka 1 sampai 10, lalu ada belasan, ratusan, ribuan, puluhan ribu, jutaan, miliar, biliun, triliun, dan seterusnya. Bahkan ada istilah seperti 1K untuk 1.000 dan 1M untuk 1 miliar — padahal dalam bahasa Inggris, 1M justru berarti 1 juta. Hal seperti ini sering bikin salah paham, bukan?

    Bahasa Inggris pun tidak jauh berbeda. Kosakata angkanya banyak, bahkan untuk angka belasan saja punya bentuk yang berbeda-beda — eleven, twelve, thirteen, dan seterusnya. Orang yang baru belajar bahasa Inggris pasti butuh waktu dan usaha lebih untuk benar-benar menguasai penyebutan angkanya.

    Nah, berbeda dengan keduanya, dalam bahasa Jepang kamu hanya perlu menghafal 16 kosakata untuk bisa menyebutkan angka sampai triliunan sekalipun. Ini bisa terjadi karena sistem angka bahasa Jepang sangat mengandalkan pola dan logika, bukan menghafal banyak kata baru. Kalau sudah paham polanya, semua angka akan terasa jauh lebih mudah.

    Percaya? Mari kita buktikan satu per satu.

    Angka Dasar Bahasa Jepang 0–10

    Langkah pertama dalam belajar angka bahasa Jepang adalah menghafal angka dasar dari 0 sampai 10. Ini adalah fondasi dari segalanya.

    Udah pada hafal belum angka-angka di atas? Iya angka dasar mah hafalin aja dulu ya, gampang kok ga banyak kan. Aku buat tabelnya ada 2 kolom. Kolom ke-2 yang tengah itu bacaan normalnya, jadi kalau kamu sebutin angkanya aja seperti angka 1 itu "いち", 4 itu "よん", 9 itu "きゅう". Tapi di kolom ke-3 itu cara baca khusus yang biasanya dipake saat nyebutin jam, bulan dan tanggal. Bagian cara baca khususnya kita bahas lain kali ya. Sekarang pertama-tama fokus dulu aja pelajari yang di kolom tengah. Cara latihan terbaik: ambil angka secara acak, lalu coba sebutkan dalam bahasa Jepang. Ulangi sampai hafal tanpa harus berpikir lama.

    Cara Membaca Angka Belasan (11–19) dalam Bahasa Jepang

    Kalau udah hafal bisa kita lanjut ke angka belasan. Logika penyebutan angka belasan itu sebutin 10 kemudian angka satuan di setelah angka 10nya. Kalau angka 11 berarti 10 (じゅう) dan 1 (いち) makanya kalau digabung jadi "じゅういち". Angka 12 berarti 10 (じゅう) dan 2 (に) digabung jadi じゅうに, dan seterusnya. Aku udah coba rangkum kaya berikut ya:

    Cara Membaca Angka Puluhan Hingga Ribuan (20–9.999)

    Sampai belasan gini udah pada bisa caranya? Kita belum nambah kosakata baru loh. Masih pake 0~10, belum nambah lagi. Kita lanjut ya? Next kita tambahkan logika penyebutan angka 20~9,999 yang caranya sama seperti pengejaan dalam bahasa Indonesia. Ejaan yang aku maksud ejaan yang formal ya, bukan yang dipake sama orang Indonesia sehari-hari. Anggap lah sekarang kan 95 itu pada nyebutnya sembilan lima kan bukan sembilan puluh lima? Biar lebih jelas coba liat detailnya di contoh berikut ya:

    - 20 = dua (に) puluh (じゅう) = にじゅう
    - 34 = tiga (さん) puluh (じゅう) empat (よん) = さんじゅうよん
    - 68 = enam (ろく) puluh (じゅう) delapan (はち) = ろくじゅうはち
    - 89 = delapan (はち) puluh (じゅう) sembilan (きゅう) = はちじゅうきゅう

    Kebayang ga sekarang cara bacanya? Sampe 99 sih kita belum perlu nambahin kosakata baru ya. Tapi kalau udah nyebutin lebih besar dari 99 kita perlu nambahin kosakata yang ke 12, yaitu 100 atau disebut ひゃく (hyaku). Logika cara bacanya masih sama dengan yang tadi, tapi perlu dicatat bahwa 100 ini memang ada cara baca yang spesial, di mana seratus / ratus itu ga selalu dibaca ひゃく (hyaku), tapi ketika angkanya 300 dia akan dibaca さんびゃく (sanbyaku), 600 dibaca ろっぴゃく (roppyaku), dan 800 itu はっぴゃく (happyaku). Sisanya 100, 200, 400, dll itu tetap dibaca ひゃく. Kita coba liat contoh-contoh berikut yuk.

    - 200 = dua (に) ratus (ひゃく) = にひゃく

    - 375 = tiga (さん) ratus (びゃく) tujuh (なな) puluh (じゅう)
       lima (ご) = さんびゃくななじゅうご

    - 704 = tujuh (なな) ratus (ひゃく) empat (よん) = ななひゃくよん

    - 861 = delapan (はっ) ratus (ぴゃく) enam (ろく) puluh (じゅう)
       satu (いち) = はっぴゃくろくじゅういち

    Mulai agak panjang ya? Ayo kita panjangin lagi, kalau seratus tadi ada ひゃく (hyaku), kita lanjut ke seribu ada せん (sen). Sekali lagi, logika cara bacanya masih sama ya, kali ini cuman nambah kosakata ke 13 aja yaitu せん (sen). Sama dengan ratusan, ribuan juga punya angka yang cara bacanya spesial yaitu 3,000 dibaca さんぜん (sanzen), dan 8,000 yang dibaca はっせん (hassen). Coba check contoh-contoh berikut: 

    - 1,200 = せんにひゃく
      seribu (せん) dua (に) ratus (ひゃく) 

    - 3,850 = さんぜんはっぴゃくごじゅう
      tiga (さん) ribu (ぜん) delapan (はっ) ratus (ぴゃく) lima (ご)
       puluh (じゅう) 

    - 8,491 = はっせんよんひゃくきゅうじゅういち
      delapan (はっ) ribu (せん) empat (よん) ratus (ひゃく) sembilan (きゅう)
       puluh (じゅう) satu (いち) 

    - 9,999 = きゅうせんきゅうひゃくきゅうじゅうきゅう
      sembilan (きゅう) ribu (せん) sembilan (きゅう) ratus (ひゃく)
       sembilan (きゅう) puluh (じゅう) sembilan (きゅう)

    Angka Puluhan Ribu ke Atas: Sistem まん・おく・ちょう

    Sampe sini udah ada yang ngebul? Masih gampang kan ya? Cara nyebutinnya aja sama banget dengan pengejaan dalam bahasa Indonesia. Jadi kalau udah hafal kosakata dan logikanya, bakal otomatis jago nyebutin angka sampe ribuannya. Sisanya tinggal dilancarin dengan latihan sebutin angka-angka aja biar lebih lancar lagi. Kita ga selesai di sini, ayo lanjut ke yang berikutnya yaitu penyebutan puluhan ribu ke atas.

    Tapi sebelum itu aku mau kasih 3 kosakata baru beserta cara aku menggunakannya.

    - Ketika liat tanda | (satu garis) kita baca まん (man)
    - Ketika liat tanda || (dua garis) kita baca おく (oku)
    - Ketika liat tanda ||| (tiga garis) kita baca ちょう (chou)

    Kenapa aku kasihnya seperti ini? Kalau dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris kita terbantu dengan koma di setiap 3 digit dari belakang kan. Komanya ada 1 berarti "ribu", komanya ada 2 berarti "juta", komanya ada 3 berarti "miliar". Nah angka dalam bahasa Jepang itu beda. Point ini bisa jadi satu-satunya yang menurut aku ngeselin banget dari bahasa Jepang. Cara baca yang angkanya lebih dari 4 digit, kita perlu ngitung tiap 4 digit dari paling belakang angkanya. Padahal penulisan komanya tiap 3 digit sama seperti bahasa Indonesia dan Inggris. Belum kebayang? Coba liat contoh-contoh gampang berikut:

    Ketika mau baca "12,500" kita itung dulu 4 digit dari belakang jadi "1 | 2,500" kalau udah ditandai satu garis (まん)nya ada di mana, kita bisa lebih mudah bacanya. Sebelum satu garis ada angka 1 maka baca dulu いち, kemudian baca tanda | dibaca まん, dan terakhir baca 2,500 seperti cara pengejaan biasa. Hasilnya akan jadi いちまんにせんごひゃく. Coba liat contoh-contoh lain seperti:

    - 25,000 → 2 | 5,000
      2 | dibaca にまん  
      5,000 dibaca ごせん
      Jadi keseluruhan akan dibaca にまんごせん
    - 430,020 → 43 | 0,020
      43 | dibaca よんじゅうさんまん
      0,020 dibaca にじゅう
      Jadi keseluruhan akan dibaca よんじゅうさんまんにじゅう

    Kalau setelah nandain | (satu garis) di sebelumnya masih ada sisa lebih dari 4 digit, maka tambahin || (dua garis) yang dibaca おく ya. Contoh:

    - 850,200,750 → 8 || 50,20 | 0,750 
      8 || dibaca はちおく
      50,20 | dibaca ごせんにじゅうまん
      0,750 dibaca ななひゃくごじゅう
      Jadi keseluruhan dibaca はちおくごせんにじゅうまんななひゃくごじゅう
    Kalau udah liat contoh-contoh tadi kita simpulkan dah 
    - まん (man) itu 10,000 (puluh ribu)
    - おく (oku) itu 100,000,000 (ratus juta)
    - ちょう (chou) itu 1,000,000,000,000 (triliun)

    Panjang? Ya bayangin aja coba angka tadi disebutin dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pasti ga beda jauh kok. Belum lagi ini baru sampe おく (oku) ya, belum sampe ちょう (chou). Tapi yang ちょう (chou) pun caranya sama dengan yang tadi, aku ga akan kasih contoh disini, tapi di akhir nanti aku kasih kamu PR buat dicoba ya. 

    Sampai Mana Kita Perlu Menguasai Angka Besar dalam Bahasa Jepang?

    Ngeliat bacaannya yang panjang muncul pertanyaan ga sih, "apakah sehari-hari di Jepang nanti kita bakal sering nyebutin angka panjang gitu?", "Terus kita harus bisa lancar baca angka panjang-panjang gitu kak?" Jawabannya engga harus lancar, tapi sebaiknya bisa nyebutinnya meskipun harus mikir dulu. 

    Kalau tujuannya minimal bisa survive tinggal di Jepang kamu bisa lancar nyebutin angka sampe ratusan ribu aja udah pasti bisa survive kok. Minimal bisa sebutin gaji sebulannya berapa, sewa apartemen berapa, mau beli iPhone baru kita ngerti angka yang disebutin penjualnya, dan harga-harga tadi biasanya sih ga akan sampai jutaan yen ya. Orang Jepang sendiri pun rata-rata ga lancar kok kalau udah sebutin puluhan juta mah, mereka pasti loading dulu waktu liat angkanya. Kecuali kamu nanti ke Jepang bakal jadi businessman, buka bisnis sendiri di Jepang dan uang yang kamu pegang memang bakal ampe jutaan atau puluhan juta yen. Kalau sampe segitunya sih aku saranin untuk bisa lancar sebutin sampe おく (oku) bahkan ちょう (chou) mungkin ya. 

    Sampe sini ada yang mau ditanyakan dulu? Kalau masih ada yang ga ngerti dan ingin ditanyain coba tulis di kolom komentar ya. Ngomong-ngomong aku suka share ilmu bahasa Jepang kaya gini, materinya manfaatin buat belajar ya. Kalau mau dibantu lebih serius kita ada program belajar bahasa Jepang OTODIDAK. Tenang kamu bisa lulus N4 hanya dengan 15 hari aja kok. Sebagai penutup aku mau tantang kamu dengan kasih PR baru ya, coba tulis di komentar penyebutan bahasa Jepang dari angka 2,040,055,700. Kira-kira ada yang bisa ga ya?

  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Kuliah S1 Sambil Kerja di Jepang Lewat Program RPL: Begini Caranya!

    Kamu yang sekarang lagi di Jepang, kerja keras tiap hari, bahasa Jepangnya udah lumayan, pengalaman kerja udah numpuk — pernah nggak tiba-tiba kepikiran soal ijazah S1 yang belum kelar? Atau mungkin memang nggak sempat kuliah dulu karena langsung tancap gas kerja ke Jepang?
     Kalau kamu ngerasa relate, artikel ini memang ditulis buat kamu.

    Masalah yang Sering Ngalangin Pekerja Indonesia di Jepang

    Di dunia kerja Jepang, terutama kalau kamu lagi ngincar posisi yang lebih profesional atau sedang mempersiapkan upgrade visa ke gijinkoku, ada satu tembok yang sering menghalangi jalan: ijazah S1.

    HRD Jepang nanya. Imigrasi Jepang nanya. Semua nanya hal yang sama.

    Solusi yang paling kebayang memang "kuliah lagi aja" — tapi nggak sesederhana itu. Kuliah reguler butuh 4 tahun, dan itu artinya kamu harus milih: lanjut kerja di Jepang atau pulang kuliah. Kalau harus pulang ke Indonesia dulu, berarti mengorbankan tabungan, waktu, dan kesempatan yang sudah ada di sana.

    Akibatnya, banyak yang akhirnya diam saja. Tahu masalahnya, tapi nggak tahu solusinya.

    Apa Itu Program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau)?

    RPL atau Rekognisi Pembelajaran Lampau adalah program resmi dari pemerintah Indonesia yang mengakui pengalaman dan kompetensi yang sudah kamu miliki sebelum masuk kuliah. Dasar hukumnya jelas — diatur dalam Permendikbud Nomor 41 Tahun 2021 tentang RPL untuk Pendidikan Tinggi.

     Artinya ini bukan program abal-abal. Pengalaman kerja di Jepang, sertifikat JLPT, skill yang sudah terbukti di lapangan — semua itu bisa dikonversikan menjadi SKS kuliah.

    Kamu tidak harus mengulang hal-hal yang sebetulnya sudah kamu kuasai.

    Apa Bedanya RPL dengan Kuliah Biasa?

    Kalau kuliah reguler, kamu mulai dari nol tanpa mempertimbangkan apa yang sudah kamu punya. RPL justru mengakui dulu apa yang sudah ada, baru kekurangannya yang diselesaikan. Karena itulah durasinya bisa jauh lebih singkat — bahkan bisa selesai dalam waktu kurang dari 2 tahun.

    Apakah Kuliah RPL Harus Pulang ke Indonesia Dulu?

    Tidak perlu. Ini yang membuat program RPL jadi pilihan yang masuk akal buat kamu yang sedang kerja di Jepang.

    Sistem kuliahnya sepenuhnya bisa dilakukan secara online, bahkan asinkronus — artinya kamu bisa mengakses materi kapanpun, tanpa harus menunggu jadwal kelas yang fixed. Buat kamu yang lagi shift pagi di pabrik, atau kerja kantoran dan baru pulang malam, tetap bisa kuliah tanpa harus memilih salah satu.

    Kerja jalan, kuliah juga jalan.

    Apakah Program RPL Wajib Mengerjakan Skripsi?

    Ini yang sering bikin banyak orang langsung semangat begitu dengar soal RPL.

    Di beberapa kampus penyelenggara RPL, skripsi tidak wajib. Tugas akhir punya banyak bentuk yang bisa dipilih sesuai latar belakang masing-masing:

    • Laporan pengalaman kerja atau magang di Jepang
    • Laporan kegiatan sebagai interpreter atau penerjemah
    • Karya kreatif seperti terjemahan buku atau naskah
    • Jurnal atau artikel ilmiah
    • Laporan kegiatan entrepreneurship bagi yang punya usaha atau LPK

    Jadi buat yang sudah punya banyak pengalaman di lapangan, tugas akhirnya bukan membuat sesuatu dari nol. Tapi menuliskan apa yang sudah ada dan sudah dikerjakan. Jauh lebih manusiawi, bukan?

    Siapa Saja yang Bisa Ikut Program RPL?

    Ini yang sering bikin orang ragu duluan, padahal tidak perlu.

    Syarat utamanya cukup sudah lulus SMA, SMK, atau MA sederajat dan punya pengalaman kerja setelah lulus. Tidak ada batasan usia. Tidak ada batasan tahun lulus. Lulusan SMA tahun 2005 pun masih bisa ikut.

    Buat kamu yang sekarang di Jepang pakai visa tokutei ginou atau sedang magang dengan kemampuan bahasa Jepang masih di level N4 — tetap bisa mendaftar. Karena penilaiannya tidak hanya dari sertifikat. Ada tim assessment yang mengukur kemampuan sebenarnya. Jadi kalau setelah 3 tahun tinggal di Jepang kemampuanmu sudah jauh di atas N4 meski belum sempat ikut ujian, itu tetap diakui.

    Soal Sertifikat JLPT yang Sudah Lama, Masih Bisa Dipakai?

    Pertanyaan ini sering sekali muncul. Untuk keperluan pendaftaran RPL, tidak ada batas kedaluwarsa sertifikat JLPT. Sertifikat lama tetap diterima. Bukan hanya JLPT — sertifikasi bahasa Jepang internasional lainnya juga diakui.

    Jadi kalau kamu punya N2 dari beberapa tahun lalu dan belum sempat perpanjang, itu bukan penghalang untuk daftar RPL.

    Apakah Gelar dari Program RPL Diakui untuk Upgrade Visa Gijinkoku?

    Bisa.

    Gelar S1 dari jalur RPL setara dengan S1 reguler dan diakui untuk keperluan visa gijinkoku. Tapi perlu diingat, punya gelar S1 saja tidak otomatis cukup. Untuk visa gijinkoku di bidang bahasa Jepang, tetap diperlukan sertifikat N2.

    Jadi kalau sekarang masih di level N4 atau N3, gelar S1-nya bisa dikejar lewat RPL — tapi kemampuan bahasa Jepangnya juga harus terus dinaikkan secara paralel. Jangan sampai 5 tahun di Jepang, skill bahasanya jalan di tempat.

    Program RPL di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang

    Salah satu kampus di Indonesia yang sudah menjalankan program RPL secara resmi adalah Universitas Dian Nuswantoro, atau yang dikenal dengan Udinus, berlokasi di Semarang. Udinus sudah terakreditasi dan punya rekam jejak panjang di dunia pendidikan teknologi dan ilmu komputer di Indonesia.

    Konversi SKS Hingga 100 SKS — Apa Artinya Buat Kamu?

    Yang membuat Udinus menonjol adalah besaran konversi SKS-nya. Di Udinus, pengalaman dan kompetensi yang kamu bawa bisa dikonversi hingga maksimal 100 SKS. Untuk konteks, total SKS yang dibutuhkan untuk lulus S1 biasanya berkisar di 144 SKS. Artinya dengan konversi 100 SKS, kamu tinggal menyelesaikan sekitar 44 SKS sisanya.

    Dengan beban sebesar itu, kuliah bisa selesai hanya dalam 3 semester — atau kurang dari 2 tahun.

    Buat kamu yang sudah kerja di Jepang 2–3 tahun ke atas, punya sertifikat JLPT, dan aktif di bidang bahasa atau teknologi, potensi konversi SKS kamu sangat besar.

    Apa Saja yang Bisa Dikonversi di Udinus?

    Pengalaman dan dokumen berikut termasuk yang bisa diajukan dalam proses asesmen RPL di Udinus:

    • Pengalaman kerja di Jepang (magang, tokutei ginou, SSW) yang terdokumentasi
    • Sertifikat JLPT atau kemampuan bahasa Jepang yang dapat diuji
    • Pelatihan atau kursus yang pernah diikuti dan relevan dengan program studi
    • Portofolio, karya, atau proyek yang bisa dibuktikan secara nyata

    Proses asesmen dilakukan oleh tim akademik Udinus untuk menentukan berapa SKS yang layak dikonversi dari riwayat kamu. Ada proses validasi resmi — bukan kamu sendiri yang menentukan nilainya.

    Cara Daftar dan Kode Referral Khusus Wagomu

    Kalau kamu sudah mantap dan mau langsung daftar program RPL di Udinus, pastikan kamu memasukkan kode referral M02087 saat proses pendaftaran. Dengan kode ini, kamu terdaftar sebagai calon mahasiswa yang datang dari komunitas WaGoMu #JapaneseClass — dan ada keuntungan khusus yang bisa kamu dapatkan.

    Untuk detail proses pendaftaran lengkapnya, tonton video kolaborasi kami bersama Udinus di sini: Cara lulus S1 kurang dari 2 tahun dan GAK PAKE SKRIPSI?! | Jalur RPL



    Kesimpulan — RPL Paling Cocok Buat Siapa?

    Program RPL ini paling cocok buat kamu yang:

    • Sudah kerja di Jepang (magang, tokutei ginou, atau SSW) minimal 2 tahun setelah lulus SMA
    • Punya sertifikat JLPT atau kemampuan bahasa Jepang yang bisa diuji
    • Mau punya gelar S1 tanpa harus berhenti kerja atau pulang ke Indonesia
    • Sedang mempersiapkan upgrade visa ke gijinkoku tapi belum punya ijazah S1

    RPL bukan jalan pintas ilegal. Ini program resmi yang diakui pemerintah, dan gelarnya setara penuh dengan S1 reguler. Bedanya hanya di efisiensinya — kamu tidak perlu mengulang apa yang sebetulnya sudah kamu kuasai.

    Kalau ada yang mau sharing pengalaman soal topik ini, tulis di kolom komentar ya. Siapa tahu ada yang relate dan bisa saling bantu infonya.



    masih ada pertanyaan soal program rpl atau cara daftarnya?
    Hubungi kami langsung via WhatsApp dan sebutkan kode kami untuk mendapatkan voucher khusus.
    Atau langsung daftar ke Udinus dan masukkan kode referral M02087 saat pendaftaran.

    kalau ada yang mau sharing pengalaman soal topik ini, tulis aja di kolom komentar ya. Siapa tau ada yang relate dan bisa saling bantu infonya.

  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Beasiswa MEXT 2026: 58 Pemuda Indonesia Resmi Berangkat ke Jepang

    Kalau ngomongin tentang kuliah di Jepang siapa sih yang ga kenal Beasiswa Monbukagakusho (MEXT)? Iya beasiswa ini sampe saat ini pun masih jadi beasiswa bergensi dari Pemerintah Jepang. Nah bulan Maret 2026 jadi babak baru bagi dunia pendidikan Indonesia. Karena 58 pemuda asal Indonesia secara resmi dilepas untuk melanjutkan studi ke Jepang lewat beasiswa MEXT ini. Yang tertarik bisa coba ikutin sampe beres ya biar ga ketinggalan, di akhir nanti aku tambahkan tips dan triknya supaya bisa lolos seleksi beasiswanya.

    Jadi bulan maret 2026 kemarin kita melepas 58 peserta yang terpisah menjadi 4 jalur program. 32 peserta research students (pascasarjana), 6 peserta gakubu (S1), 12 peserta kosen (D3), dan 8 peserta senshu (D2). Apakah jumlah ini besar? Nah kita coba bahas dulu mengenai jumlah peserta MEXT selama ini.

    Pertama-tama udah pada tau ga ya? Indonesia tuh sebenernya bukan sekadar partisipan biasa di beasiswa MEXT. Secara global, Indonesia konsisten menjadi salah satu negara dengan jumlah penerima beasiswa MEXT terbanyak. Contohnya di maret 2026 aja ada 58 pemuda yang berangkat. Dari data yang aku sempat baca-baca, Indonesia masih bisa konsisten mengirimkan 50~60+ peserta tiap taunnya, di kawasan ASEAN kita masuk tiga besar bersaing dengan Vietnam dan Thailand. Sebagai tambahan informasi, dari negara-negara Eropa atau Amerika ternyata tiap tahunnya cuman ada satuan tiap tahunnya. Ya mungkin karena di kawasan Eropa dan Amerika udah banyak universitas dan beasiswa yang lebih menggiurkan bagi mereka ya.

     Indonesia dan Beasiswa MEXT: Hubungan yang Panjang

    Jumlah peserta Indonesia bisa sebanyak ini dikarenakan pertama hubungan diplomatik yang erat dengan Jepang, dimana kita udah punya sejarah panjang dalam kerja sama ekonomi dan politik bersama Jepang. Kedua, kualitas dan minat pelamar yang tinggi, dikarenakan peminat yang banyak dan kompetitif sehingga menghasilkan kandidat yang berualitas dimata penyeleksi. Ketiga, pada akhirnya karena kebutuhan tenaga ahli di Indonesia. Ga dikit kok yang udah selesai program beasiswa MEXT ini, mereka sukses berkarir di Jepang maupun balik ke Indonesia. 

    4 Program Beasiswa MEXT yang Tersedia untuk Indonesia

    Tertarik untuk ikut beasiswa MEXT? Aku coba bahas dikit tentang program beasiswanya. Dari beasiswa MEXT ada 4 program yang populer banget di Indonesia. 

    1. Research Students (Pascasarjana), jalur ini diperuntukkan bagi lulusan S1 atau S2 yang ingin melakukan penelitian di universitas Jepang. Menariknya, jalur ini bisa menjadi pintu masuk menuju jenjang Master (S2) atau Doktor (S3) setelah melewati masa research student.

    2. Undergraduate (Gakubu - S1), program sarjana penuh bagi lulusan SMA/SMK/Sederajat. Penerima beasiswa akan menjalani sekolah persiapan bahasa Jepang selama satu tahun sebelum masuk ke universitas.

    3. Kosen (College of Technology), program yang fokus di teknik, teknologi, sains, dan IT. Biasanya sekitar 3 tahun + 1 tahun persiapan bahasa Jepang. Tujuan akhirnya supaya peserta bisa jadi insinyur, teknisi profesional ataupun bisa juga lanjut S1 setelah 3 tahun.

    4. Senshu (Specialized Training College), program keterampilan praktis (kejuruan) seperti teknologi, bisnis, fashion, kebudayaan, dan kesehatan. Sama dengan Kosen biasanya berlangsung 3 tahun + 1 tahun persiapan bahasa Jepang. Tujuannya agar siap kerja di industri spesifik atau melanjutkan S1 setelah 3 tahun. 

    Dari keempat programnya ada yang tertarik ga? Apa? Bingung nanti biar lolos seleksinya gimana? Inget ya! MEXT itu beasiswa yang paling populer saat ini, jadi persaingannya itu tingkat nasional ya. Jadi kalian bakal butuh persiapan dan strategi yang lebih matang lagi biar bisa lolos. 

    Tips Lolos Seleksi Beasiswa MEXT

    • Pertama coba kuasai esai atau study plan kalian. Khususnya yang program study research rencana penelitian kalian itu kunci dari proses seleksinya. Kalau rencana penelitian kalian terasa kurang matang di mata penyeleksi ya udah pasti bakal gagal tuh, jadi pastikan matang ya rencana studi dan rencana penelitiannya.
    • Kedua, persiapkan ilmu bahasanya. Memang ada beberapa program yang mengizinkan pakai bahasa Inggris sih, jadi JLPT itu bukan syarat mutlaknya di awal gitu. Tapi dimata penyeleksi bisa dan ga bisa bahasa Jepang itu cukup sering jadi penentu siapa yang diloloskan. Kalau udah bisa bahasa Jepang sebelum mengajukan beasiswanya, itu akan jadi nilai tambah yang signifikan bagi mereka.
    • Ketiga, persiapan administrasi. Jangan remehkan detailnya ya, karena Jepang itu negara yang sangat memperhatikan hal detail. Kesalahan waktu pengisian formulir dan dokumen, ketidak cocokan dokumen, dll itu bisa membuat kalian gugur di tahap seleksi dokumen.
    • Terakhir, latihan ujian tulis MEXT. Biasanya MEXT punya standar ujian tulis Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, yang test ilmu sesuai jurusan IPA/IPS.

    Sekali lagi, bahasa Jepang memang ga selalu jadi penentu akhirnya, karena beberapa programnya memang menyediakan pelatihan bahasa Jepang dulu sebelum mulai kuliahnya.

    Tapi bayangin kalau udah punya N4 atau N3 dulu sebelum mengajukan beasiswanya? Kalian di mata penyeleksi bakal terlihat lebih serius kan untuk bisa berangkat. Sok yang mau dibantu belajar sampe N4nya kita bisa bantu 15 hari. Kalian ga usah berhenti kerjanya atau sekolahnya, soalnya nanti zoom sessionnya di luar jam kerja kok. Itung-itung persiapan untuk ikut beasiswa MEXT ya. Ngomong-ngomong kerja di Jepang lebih gampang nyarinya kalau udah kuliah di Jepang loh! Yang mau kerja di Jepang pake visa gijinkoku bakal sangat memungkinkan untuk upgrade visa dari visa student. Kalau kalian udah nyiapin rencana karir dan studi kalian dari mana sampai mana? Coba ceritain dong di kolom komentar, aku mau tau rencana kalian.

    Selamat berjuang, calon scholarship hunters!

  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar Bahasa Jepang Sambil Main Game?! KENAPA ENGGA

    Halo guys, ketemu lagi sama aku di J-Class! Kalian yang suka main game pasti pernah kepikiran "Enak ya kalau waktu gaming ini bisa sekalian dipake buat belajar bahasa Jepang?.", atau ada juga nanya "Kak ada rekomendasi game gitu ga ya biar bisa seneng-seneng main game tapi sambil belajar bahasa Jepang juga?" Kebetulan ketika zoom session beberapa minggu lalu aku dapet pertanyaan di atas, jadi aku mau coba bahas bareng di sini biar kalian semua juga dapet bahasannya ya. 

    Beda sama aplikasi belajar yang memang dibuat khusus buat belajar ya, tapi kali ini kita bahas game sungguhan baik itu dari konsol, PC, sampai mobile yang aku pernah aku mainin, dan kayanya bisa nih ini game dipake buat belajar bahasa Jepang. Jadi game-game yang aku sebutin nanti emang dibuat buat hiburan, bukan buat belajar. Tapi justru di situlah kuncinya: kamu paparin diri ke bahasa Jepang yang natural, yang beneran dipakai orang Jepang di kehidupan sehari-hari. 

    INGET YA! Main game dalam bahasa Jepang itu efektif kalau kalian udah punya fondasi yang cukup kuat dulu, minimal udah lancar hiragana, katakana, dan punya kosakata dasar sekitar N5. Coba bayangin kalian main pake bahasa Jepang tapi belum punya basic bahasa Jepangnya. Aku yakin game bakal terasa frustrasi alih-alih menyenangkan kan? Udah kaya jaman dulu kita main tenchu di PS1 tapi pake bahasa Jepang. Frustasi kan? Ga tau apa-apa? Meskipun ujung-ujungnya tetap dilanjut mainnya.

    So, bahasan kali ini mungkin untuk kalian yang udah punya N5 ke atas nih, yang masih belum bisa hiragana katakana dan belum punya basic bahasa Jepang, coba pelajari dulu ya. Yang mau dibantuin belajarnya bisa aku bantuin. Tontonin aja playlist belajar bahasa Jepang di chanel youtube aku, atau kalau mau dibantu lebih serius bisa tulis di komentar aja ya.

    Oke, langsung gas ke pembahasan game yang bisa dipake belajar bahasa Jepang yuk!

    Untuk Pemula (N5 - N4)

    Game-gamenya punya teks yang sederhana, dengan dialog yang cenderung pendek, dan lebih banyak kosakata dasar atau sehari-hari.

    Animal Crossing: New Horizons

    Nintendo Switch | N5 - N4 | Simulasi/Life Sim

    Animal Crossing adalah salah satu game paling direkomendasikan buat pemula bahasa Jepang. Dialognya pendek-pendek, kosakatanya sederhana, dan topiknya seputar kehidupan sehari-hari seperti belanja, cuaca, dan aktivitas rumah. Selain itu, gamenya santai dan ga ada tekanan waktu, sehingga kamu bisa baca dialog pelan-pelan tanpa panik. Cocok banget buat belajar, karena dialog repetitif bikin kamu terbiasa sama pola kalimat yang sama berulang kali, jadi ya bisa dipake untuk bikin kosakata nyangkut di otak.

    Pokémon (Scarlet / Violet / seri lainnya)

    Nintendo Switch | N5 - N4 | RPG

    Pokemon itu salah satu game dengan bahasa Jepang paling ramah pemula. Nama-nama Pokemon asli Jepangnya sering diambil dari kata Jepang asli, jadi sambil main kalian sekalian belajar kosakata baru. Tapi jangan heran ya kalau nama versi internationalnya banyak yang beda banget. Dialog di gamenya ini ga terlalu panjang, dan karena alur ceritanya repetitif (pergi ke gym, kalahkan musuh, lanjut), strukturnya mudah diprediksi. Game ini cocok buat belajar, karena selain kosakata, nama-nama serangan Pokemon banyak yang pakai kanji umum, jadi lumayan buat latihan baca.

    Stardew Valley (versi Jepang)

    PC/Switch/PS/Mobile | N4 - N3 | Simulasi Pertanian

    Mungkin kalian udah kenal Stardew Valley. Nah, coba deh ganti bahasanya ke Jepang! Teksnya cukup ramah untuk level N4 ke atas, karena banyak dialog kasual antar karakter, deskripsi item, dan surat-surat yang bisa jadi bahan baca yang asyik. Bonusnya, gamenya sendiri udah seru banget jadi kamu bakal betah main lama-lama. Cocok dipake belajar karena ragam teks yang variatif, baik dari dialog santai sampai surat formal. So bisa bikin kamu mengeksplor berbagai gaya bahasa.

    Sebelum lanjut ada tips buat kalian yang belajar pake game-game di atas. Jangan langsung panik kalau nemu kanji yang ga kalian kenal. Fokus dulu ke hiragana dan katakana-nya, coba tebak artinya dari konteks, baru deh cek kamusnya. Proses nebak dari konteks ini justru yang bikin otak kalian aktif belajar! Oke? Kalau gitu kita lanjut ke level menengah.

    Level Menengah Ke Atas (N3–N2)

    Kita bisa lanjut ke level berikutnya, dengan game yang punya narasi yang lebih kompleks, dialog lebih panjang, dan kanji yang lebih banyak. So mulai dari sini bisa jadi ga cocok untuk pemula.

    Persona Series

    PC/PS4/PS5/Switch | N3 - N2 | JRPG

    Persona adalah salah satu game JRPG yang sangat terkenal, dan secara conteks bahasa pun lebih ke arah "sekolah bahasa Jepang" versi gaming. Dialognya panjang, natural, dan penuh dengan ekspresi sehari-hari anak muda Jepang. Dari cara ngomong kasual, slang, sampai bahasa formal semua ada di sini. Persona 5 Royal khususnya punya voice acting yang lengkap, jadi kamu bisa latihan listening sekaligus. Cocok untuk kalian yang mulai masuk belajar bahasa penuh ekspresi yang natural banget, soalnya kalian bakal banyak nemu ungkapan yang ga ada di buku teks dari game ini.

    Yakuza / Like a Dragon Series

    PC/PS4/PS5 | N3 - N2 | Action RPG

    Kalau mau belajar bahasa Jepang yang bener-bener dipakai orang Jepang dewasa, Yakuza/Like a Dragon adalah jawabannya. Dialognya panjang dan natural, settingnya di kota-kota Jepang yang riil, dan karakter-karakternya ngomong dengan gaya yang sangat otentik. Banyak banget slang dan ekspresi informal yang kalian ga bakal nemuin di buku pelajaran ataupun di kelas kursus. Bahasa yang dipakai sangat natural dan kontekstual jadi sangat bagus untuk belajar, dari dialog serius sampai percakapan kocak di mini-game karaoke pun ada di game ini.

    Ace Attorney Series (Gyaku Saiban)

    PC/Switch/Mobile | N3 - N1 | Visual Novel/Puzzle

    Ace Attorney atau 逆転裁判 (Gyakuten Saiban) adalah game visual novel berbasis persidangan yang isinya hampir 100% teks. Ini artinya porsi reading-nya luar biasa tinggi. Teksnya sendiri variatif banget, mulai dari bahasa sehari-hari, bahasa hukum, sampai humor verbal. Levelnya memang bukan untuk pemula, tapi bagi kalian yang N3 ke atas, game ini adalah tambang emas buat belajar. Game ini isinya hampir murni teks, dan variatif banget, jadi buat yang mau ningkatin kemampuan baca/readingnya, ini salah satu yang aku rekomendasikan.

    Berbagai Macam Visual Novel Jepang (Steins;Gate, Clannad, dll)

    PC/PS/Switch | N2 - N1 | Visual Novel

    Sebenernya ga hanya Serinya Ace Attorney aja, sebagian besar visual novel bisa jadi surga buat yang mau belajar bahasa Jepang lewat cerita. Ya visual novel mungkin ada yang ngerasa bukan game tapi lebih ke novel dengan visual yang lebih detail sih bisa jadi, meskipun gitu tetap secara kategori Visuan Novel itu tergolong kedalam game karena ada unsur pilihan yang mengubah ending ceritanya. Sebagai contoh lain, kalian bisa coba Steins;Gate terkenal dengan dialog yang cerdas dan banyak referensi budaya Jepang. Clannad punya bahasa yang lebih emosional dan sastrawi. Kalau kalian udah di level N2 ke atas dan mau beneran uji kemampuan membaca, visual novel original (bukan terjemahan) adalah tantangan yang worth untuk dicoba. Sayangnya kita sebagai user visual novel perlu berhati-hati, karena budaya di Jepang memang beda dengan di Indonesia. Sehingga jangan heran kalau nemu visual novel yang kontennya tidak sesuai dan tidak bisa diterima dengan budaya di Indonesia. Kita perlu pintar-pintar memilih visual novel apa yang aman untuk di mainkan ya.

    Mungkin ini belum semuanya ya, tapi itu yang bisa aku rekomendasikan, kalau mau aku sebutin selain yang tadi, aku mau nambahin game gacha karena jaman sekarang game gacha lagi naik-naiknya, aku coba bahas singkat aja. Bahwa game-game gacha baik yang dari china, atau asli Jepang itu bisa dipake buat selingan belajar bahasa Jepang juga. Seperti Genshin Impact, Fate/Grand Order, Wuthering Waves, Granblue Fantasy, dll lah ada banyak banget game gacha yang udah go international dan bisa dimainin. Ya meskipun banyak juga game asli Jepang yang kena region lock, jadi kalian perlu akun google/apple Jepang untuk bisa main. Tapi banyak game-game gacha itu punya versi bahasa Jepang baik voice actingnya dan juga text in gamenya. Kalian bisa manfaatin juga game-game tersebut dengan mengubahnya ke bahasa Jepang. 

    EITSS!! TAPI INGET YA!! Yang namanya game gacha itu biasanya gachanya selalu bikin ga sadar diri, jadi tolong jangan sampe top up berlebihan!!! Sekedar mengingatkan, untuk lebih bijak dalam penggunaan uang kalian, karena ga worth sama sekali kalian top up berlebihan hanya untuk game yang ga akan jadi value apa-apa di kehidupan kalian.

    Sekian referensi game yang bisa aku bahas, soalnya kalau aku bahas semua banget, bisa jadi ga ada habisnya. Jangan lupa pindahin setiap kosakata baru yang kalian denger dari game ke kamus personal kalian. Biar nanti bisa kalian baca-baca ulang kosakatanya, dan kerekam juga jejak belajar kalian. Jangan ragu juga pake kamus baik yang buku atau aplikasi ketika main, inget kamus itu teman baik kita yang lagi belajar bahasa asing loh. Intinya tetep konsisten nambahin kosakata baru, dan juga terus konsisten gunakan bahasa Jepang yang udah dipelajarinya. Bayangin main game aja kalian pake bahasa Jepangnya, lancar bahasa Jepangnya pasti akan lebih cepet dong daripada yang cuman belajar dari buku, bisa sambil seneng-seneng lagi. Kalau kalian udah pernah coba main game dalam bahasa Jepang, cerita dong pengalamannya di kolom komentar! Game apa yang kalian coba, dan seberapa susah? Kita diskusi bareng yuk.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Hafal Hurufnya Aja GA CUKUP?! Ini Beberapa ATURAN Cara Baca Khusus Dalam Hiragana & Katakana

    Waktu mulai belajar bahasa Jepang pastinya kalian mulai dari belajar huruf dasarnya kan ya? Iya huruf hiragana dan katakana. 2 huruf ini tuh basic banget dan merupakan dinding pertama yang harus dilewati oleh pelajar bahasa Jepang. Tapi terkadang masih ada aja yang ternyata masih ga tau beberapa aturan cara baca khususnya. Ini beberapa aturan dasar dan khusus hiragana dan katakana yang harus kalian ketahui. Yuk ikutin sampe akhir biar ga salah lagi.

    Sebelum bahas aturan yang aku maksud, pastikan hafal cara baca yang dasarnya dulu ya. Seperti あ itu dibaca "a", い itu dibaca "i", か itu dibaca "ka", dsb. Ini paling dasar jadi perlu dihafalkan satu persatu baik hiragana dan katakana. Jadi step pertamanya pelajari dulu huruf dasar Hiragana dan Katakananya ya. Sebagian besar huruf hiragana dan katakana itu berupa suku kata atau mora seperti KA, KI, KU, KE, KO, dll. Di antara 48 huruf, cuman ada 1 huruf mati yaitu "~n" (ん / ン). Kalau kesulitan ngafalin bentuknya, kalian bisa pakai KANA Card untuk mempermudah belajar hiragana dan katakana, biar bisa ngafalinnya berdasarkan ilustrasi dan bisa auto hafal <1 jam. Atau coba tonton video belajar hiragana dan video belajar katakana yang udah pernah aku share sebelumnya ya. 

    Perubahan Konsonan atau Dakuon ((だく)(おん)) dan Handakuon ((はん)(だく)(おん))

    Nah kalau udah hafal bentuk dan cara bacanya, baru kita bisa mulai masuk pembahasan utama kita. Huruf KANA itu masing-masing ada 48, tapi ternyata ada juga cara baca yang berubah ketika di tambahkan sesuatu di hurufnya. Di ujung kanan atas hurufnya kita bisa tambahkan tenten (") atau disebut dakuon ((だく)(おん)) dan ada juga penambahan maru (○) atau disebut handakuon ((はん)(だく)(おん)). Kalau aku coba rangkumkan akan jadi seperti berikut:


    Kalau udah hafal yang di atas, kalian udah bisa nulis huruf, seperti かぎ (kagi), ちず (chizu), ちぢむ (chijimu), ゆうべ (yuube), dll. 

    Kombinasi 2 Huruf Ya Yu Yo, atau Youon ((よう)(おん))

    Kombinasi 2 huruf yang aku maksud itu kombinasi 2 huruf (hiragana/katakana) berakhiran vokal "i" dengan huruf ya, yu, yo kecil (ゃ, ゅ, ょ) untuk menciptakan bunyi baru atau satu suku kata majemuk. Semua huruf berakhiran vokal "i" bisa ya, aku coba buatkan listnya seperti berikut:


    Jadi きゃ itu bukan dibaca "kiya" ya, tapi "kya", じゃ itu bukan dibaca "jiya" tapi dibaca "ja". Ini aturan yang udah dari sananya, jadi udah ga bisa dihindari mau ga mau kita harus hafal dan terbiasa menggunakannya. Sama aja kaya di bahasa Indonesia kan ya? Coba huruf N ketemu sama G pasti jadi NG kan? Terus N ketemu Y pasti jadi NY kan? Nah dalam bahasa Jepang pun ada aturan-aturan seperti ini yang udah lah kita catet terus kita ikutin aja. 

     Bonus buat kalian, ini mungkin bukan bagian dari youon sih. Tapi ada juga huruf-huruf atau gabungan huruf yang hanya ada di katakana yang mirip sama youon ini. Hanya ada di katakana? Iya karena katakana kan dipake buat serapan bahasa asing ya, makanya ada kalanya perlu huruf-huruf ini, aku coba buatkan listnya kaya berikut:


    Penggunaan Double Konsonan atau Sokuon ((そく)(おん))

    Kalau kalian kira つ dan っ itu 2 huruf yang sama, kalian salah! つ itu punya huruf yang ukurannya lebih kecil, coba bandingkan secara ukuran つ dan っ. Nah っ atau tsu kecil ini disebut sokuon ((そく)(おん)) yang ga punya cara baca, tapi dia akan ngikut cara baca konsonan di huruf setelahnya. Contoh pada kosakata きっと (kitto), di sini っ akan dibaca "t" karena di setelah huruf っnya ada と (to). Pada kosakata さっき (sakki), っ dibaca "k" karena di setelahnya ada huruf き (ki). Coba juga liat contoh-contoh lainnya: がっこう (gakkou), ざっし (zasshi), けっきょく (kekkyoku), しっぱい (shippai), dll. Silahkan dicoba-coba baca, nanti teribasa kok bedain "tsu" besar dan yang kecil.

    Bacaan N, NG, M di huruf ん / ン atau disebut Hatsuon ((はつ)(おん))

    Satu satunya huruf mati dalam hiragana dan katakana itu huruf ~n (ん / ン), tapi ternyata huruf ini ga hanya dibaca "N". Ada kondisi-kondisi yang membuat dia dibaca berbeda. Ada kalanya dibaca "~m", ada juga dibaca "~ng". Aku coba rangkum seperti berikut:

    - Dibaca M ketika setelah huruf ん ada huruf yang bikin bibir mingkem seperti P, B, M
    Contoh: さんびゃく = sambyaku, せんぱい = sempai, さんま = samma

    - Dibaca NG ketika setelah ん ada huruf G, dan K, atau んnya berdiri di ahkir kosakata
    Contoh: ぎんこう = gingkou, ばんごう = banggou, ほん = hong

    Ayo disini siapa yang masih baca せんぱい itu sempai?? Bener loh terkadang yang udah di Jepang pun masih belum begitu terbiasa sama cara baca ”N". Aku aja terkadang ga sengaja baca ほん itu "hon" bukan "hong" gitu. So, yang masih belajar coba dibiasain dari sekarang-sekarang biar nanti ga terlanjur biasa pake cara yang salah ya. 

    Bacaan Panjang atau Chouon ((ちょう)(おん))

    Untuk yang ini terkadang aku masih suka denger WNI yang bacaan panjangnya salah. Malah aku pernah denger dari WNI dengan sertifikat N3 ke atas waktu aku lagi di Jepang. Bayangin udah N3 ke atas dia baca bacaan panjang aja masih salah, malu ga sih? Orang Jepang sih pada ngebiarin ya, tapi buat aku sih lebih baik ada yang ngasih tau biar aku terus belajar ya. 

    So jaga-jaga masih ada yang belum tau, bacaan panjang dalam bahasa Jepang itu bukan hanya 2 vokal sama yang berurutan ya. Jadi vokal "a" ketemu "a" lagi, contohnya "kaa" di kosakata おかあさん (okaasan) dibaca panjang bukan jadi "ka'a" dibacanya. Kalau katakana pake "ー" untuk vokal ganda, seperti ケーキ (keeki), "kee" di sini dibaca panjang ya. Jadi kalau vokalnya ganda bakal dibaca panjang itu aku yakin semuanya udah pada tau. Tapi ternyata yang udah N3 ke atas pun masih ada yang ga tau 2 aturan lain, seperti:

    1. Vokal "O" ketemu "U", maka "O"nya akan dibaca panjang
    Contoh: がっこう = gakkoo, そうですね = soodesune, こうとうがっこう = kootoogakkoo

    2. Vokal "E" ketemu "I", maka "E"nya akan dibaca panjang 
    Contoh: せんせい =sensee, こうこうせい = kookoosee, ていねい = teenee

    Kalau diromajikan memang せんせい itu ditulisnya "sensei", こうこう itu tetap "koukou", tapi bacaannya berbeda sama tulisannya ya. Biar bahasa Jepang kalian lebih terdengar natural, coba sesuaikan dengan aturan ini ya. Siapa sih yang ga mau dikatain "()(ほん)()(じょう)()ですね~"?  

    Huruf Hiragana Sebagai Partikel Kalimat

    Kita lanjut ke ATURAN berikutnya yuk! Next ada 3 huruf yang terkadang dibaca berbeda dari seharusnya, yaitu huruf は (ha), を (wo), dan へ (he). Ini bisa dibilang special case, tapi gampang kok! Kita cukup bisa membedakan kapan dia jadi partikel dan kapan dia berdiri sebagai bagian dari kosakata. 

    1. Huruf は (ha) akan dibaca "wa" ketika dia berdiri sebagai partikel SUBJEK 

    2. Huruf を (wo) akan dibaca "o" ketika dia berdiri sebagai partikel OBJEK

    3. Huruf へ (he) akan dibaca "e" ketika dia berdiri sebagai partikel KETERANGAN TEMPAT

    Contoh:
    わたしは がっこうへ ほんを って きます

    - Karena subjeknya (わたし) (watashi) maka は yang di setelah kosakata ini adalah partikel SUBJEK, maka akan dibaca "wa" bukan "ha". 

    - Kemudian (がっ)(こう) merupaka keterangan tempatnya, maka へ di setelahnya adalah partikel keterangan tempat, maka akan dibaca "e" bukan "he". 

    - Terakhir (ほん) adalah OBJEK dari predikat anak kalimat ()って, makanya を yang di setelahnya adalah partikel OBJEK yang dibaca "o" bukan "wo". 

    Jadi kunci utama dari 3 huruf yang dibaca beda ini tuh bisa membedakan dia berdiri sebagai partikel atau bagian dari kosakata. Tenang, seiring kalian belajar, semakin gampang kok membedakannya. Karena bank kosakata kalian makin luas, jadi makin bisa bedain mana yang jadi partikel dan mana yang bagian dari kosakata. Jadi gaperlu ngerasa khawatir untuk point ini.

    Gimana pembahasan kali ini? Bahasannya memang basic banget ya, tapi terkadang masih ada aja yang ga tau sama aturan-aturan ini. Makanya aku share biar kalian bisa membiasakannya dari awal-awal ya. Untuk yang udah belajar jauh kalian udah tau dan mempraktekan semuanya belum? Ga ada kata telat kok kalau belum juga. Double check lagi aja dan mulai membiasakan dari sekarang juga aman kok. Nah next kalau ada request bahas apa lagi, coba tulis di kolom komentar ya. 

  • Others

    Bocoran Soal JLPT : Fakta, Dampak, dan Apa yang Harus Kamu Lakukan

    Mulai muncul perusahaan Jepang yang udah ga percaya sama hasil JLPT. Ya umumnya sih yang di level N2 kebawah, ini dikarenakan ada isu-isu kebocoran soal dan kunci jawaban. Ini sih kata mereka, tapi apakah statement ini benar? Terus kalau benar apa efeknya ke kita? Aku mau coba bahas dikit soal isu ini, jadi ikutin sampai beres yuk.

    Pertama kita bahas dulu tentang tentang masalah JLPT terlebih dahulu. Apakah benar terjadi kecurangan dalam pelaksanaan test JLPT? Jawabannya IYA. Bahkan diantara orang Jepang udah jadi pembicaraan yang cukup luas. Kalau cari di google aja selama 2025 banyak artikel BLOG, ataupun cuitan SNS orang Jepang yang ngebahas tentang kecurangan ini. Contoh yang aku temukan, artikel dari nihongo kyoushi, artikel dari japan forward, artikel lalalausa, ada juga tweet atau X dari megane sensei, dan ada juga yang lainnya. Meskipun begitu, pihak JLPT berstatement bahwa tidak ada kebocoran soal dan kunci jawaban lewat artikel resminya ya mungkin untuk mempertegas bahwa bukan pihak JLPT ya yang membocorkan. Serta mereka juga memberi peringatan untuk memperketat penggunaan HP dan alat elektronik selama test sejak test Juli 2025 lewat artikel resminya juga. Penggunaan HP dan alat elektronik? Emang apa hubungannya? 

    Jadi kecurangan yang dimaksud dari tadi itu kecurangan yang seperti apa? Kejadiannya itu waktu test JLPT Desember 2024, dan kecurangan yang dimaksud itu memanfaatkan perbedaan zona waktu. Karena JLPT diadakan di hari yang sama secara global, dan negara yang zona waktunya lebih awal akan menyelesaikan ujiannya lebih duluan. Nah ternyata ada oknum di negara-negara tertentu memotret soal secara ilegal dan mengirimkannya ke grup telegram atau facebook ke negara yang ujiannya baru dimulai beberapa jam setelah mereka. Mereka pake gadget canggih seperti kamera tersembunyi berukuran mikroskopis yang disamarkan sebagai kacing baju atau kacamata untuk memotret lembar soal seacara langsung, dan menggunakan grup yang fast response di SNS. Jadi sebenernya kecurangan ini udah sangat terorganisir ya. Sampe sampe banyak sertifikat JLPT di periode desember 2024 itu dinyatakan tidak sah atau inconclusive.

    Rumor sih bilang kecurangannya dari China yang mengirimkan bocorannya ke Vietnam. Sayangnya saat ini aku belum nemu buktinya, jadi aku sih masih anggap lokasi kecurangan ini masih sebatas rumor aja ya. Apakah cuman dari China ke Vietnam aja atau ada juga ke negara lain? Ya masih belum begitu jelas sih. Bersyukurnya kejadian ini masih di luar Indonesia, dan sampe saat ini Indonesia belum ikut terseret sama isu ini.

    Terus apa efek dari kecurangan ini?

    Indonesia ga terseret secara langsung, tapi kita bisa kena efeknya juga loh. Yang paling berbahaya adalah kepercayaan sertifikat JLPT itu sendiri. Selama ini JLPT dianggap sebagai test kemampuan bahasa Jepang yang paling dipercaya di seluruh dunia. Meskipun sekarang masih belum hancur, tapi udah mulai ada perusahaan-perusahaan yang mempertanyakan sevalid apa sertifikat JLPT? Mulai skeptis saat melakukan rekruitment pegawai asing. Sampai ada dari mereka lebih percaya hasil interview daripada selembar sertifikat skill JLPT. 

    Kenyataannya saat ini pun masih banyak gap antara sertifikat dan kemampuan asli peserta, ya anggap aja kalian udah lulus N2 tapi ga lancar kaiwa (percakapan). Padahal ekspektasi orang Jepang kalau udah lulus N2 itu udah bisa memahami percakapan yang lebih kompleks, sehingga wajar dong kalau udah lancar kaiwa. Bukan hanya "hai, hai, wakarimashita" tapi ga ngerti apa-apa. Ini ga hanya berlaku untuk N2 ke atas, bisa jadi yang N3 kebawah pun bisa aja ikut dipertanyakan. Perusahaan mungkin akan mikir N2 aja gitu, apalagi yang baru N4? Bahaya ga sih kalau sampai kepercayaan perusahaan Jepang terhadap JLPT itu sendiri rusak? dan ini pasti berujung ke hancurnya kepercayaan user atau peserta JLPTnya juga.

    Efek lainnya mungkin udah mulai digarap sama pihak Japan Foundation ya. Yaitu perubahan dan perketatan aturan test JLPT. Selama ini yang aku rasain sih aturannya masih terasa nyaman, dan ga ribet gitu ya. Tapi kedepannya mungkin bakal ada aturan-aturan lain yang terkesan berlebihan tapi sebenernya make-sense kalau kita liat ada kasus kecurangan selama test JLPT ya. Buat aku dan kita-kita yang mengikuti test JLPT secara jujur pasti bakal ngerasa dihianati ga sih? Di saat kita berusaha belajar untuk dapetin skill yang sesuai levelnya, eh ternyata ada orang-orang curang hanya untuk dapetin sertifikat tanpa skill yang setara. Gara-gara itu kita yang jujur pun ikut kena imbasnya yaitu aturan yang makin ketat dan turunnya kepercayaan publik dan perusahaan terhadap sertifikat yang kita dapetin dari usaha kita selama ini. 

    Jadi kesimpulannya gimana kak? Bocoran soal itu NYATA dan memang ngeselin. Saat ini perusahaan Jepang sudah mulai waspada sama isu ini. Namun, jangan berkecil hati dan ga perlu terlalu dipikirkan dulu. Kita liat aja gimana pihak Japan Foundation memperbaiki ini, dan mencegah supaya kredibilitas JLPT ga jatuh. Untuk kita-kita yang ngejar buat berangkat TG bisa tetep kejar N4 atau pakai alternatifnya JFT basic A2 dulu juga oke. Kalian yang mau ngejar lebih tinggi juga ga usah ragu untuk ikut N3 atau N2 ya. Balik lagi ga perlu terlalu dipikirin dulu persoalan ini, masalah ini ga akan memanjang kalau real skill kita setara dengan sertifikat yang kita dapat kok. Jadi waktu interview kita ga akan dibilang bohong sertifikatnya karena punya skill komunikasi yang setara kan dengan sertifikatnya. Lagipula sertifikat tetap diperlukan untuk administrasi pengurusan visa, jadi mau ga mau kita masih tetep perlu sertifikat JLPT.

    Setelah denger cerita ini apa yang kalian pikirkan? Apakah ada yang ikut ragu sama JLPT dan mau ikut test yang lain gitu? Atau mungkin ada yang punya informasi lebih detail tentang kasus ini? Coba ceritakan di kolom komentar dong biar kita semua dapet informasinya.

  • Kerja di Jepang

    Jepang Tidak Aman Saat Perang Dunia III? Ini yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berangkat


    Wajar banget kalau kita merasa cemas melihat situasi geopolitik belakangan ini. Makin kesini makin bikin geleng-geleng kepala ga sih? Kondisi timur tengah yang memanas ngebuat kita mikir-mikir untuk keluar negeri, dan pastinya Jepang pun bukan pengecualian ya. Soalnya pasti udah pernah liat bahwa Jepang itu ga termasuk kedalam negara yang paling aman kalau terjadi perang dunia III. Ngeliat itu berita soal "negara teraman jika perang pecah" memang sering banget seliweran dan biasanya sih mereka menempatkan negara-negara terpencil kaya Selandia Baru atau Islandia di posisi teratas karena lokasi geografisnya. Tapi apakah bener Jepang itu sebenernya ga seaman itu? Yuk kita coba bahas.

    Di zaman perang dunia II Jepang memang nanam bibit dendam ke beberapa negara sekitarnya. Salah satunya yang paling greget sama Jepang itu adalah China. Saat ini pun hubungan antar Jepang dan China lagi memanas karena isu Taiwan. Belum lagi Jepang menjadi bagian dari kubu Amerika, jadi kalau beneran terjadi Perang Dunia III, kemungkinan Jepang bakal ikut kubu Amerika akan terbilang sangat besar. 

    Nah sekarang pertanyaannya adalah "apakah mustahil atau terlalu berbahaya ke Jepang sekarang?", jawaban singkatnya "Sama sekali tidak".

    Kalau kita coba breakdown, sekalipun saat ini keamanan makro (politik dunia) sedang agak memanas. Keamanan mikro (kehidupan sehari-hari) di Jepang masih jadi salah satu yang teraman di dunia. Di tengah memanasnya geopolitk, Jepang masih jadi salah satu negara dengan tingkat kriminalitas terendah di dunia. Hal-hal seperti rasisme di Jepang mungkin ada yang mulai terekspose di media sosial. Tapi ini bukan berasal dari geopolitik, melainkan akibat melonjaknya jumlah turis di Jepang, terutama turis yang ga mau ngikutin budaya dan aturan tak tersirat di Jepang. Jadi anggap aja ini sebagai tamparan untuk warga asing untuk lebih memperhatikan sikap dan perilaku kita di negara orang ya.

    Sekalipun perang dunia III beneran pecah, Jepang punya sistem peringatan dini yaitu J-alert. Jadi kalau udah di Jepang jangan lupa pake HP Jepang atau pake kartu sim di Jepang ya. Biar kalau terjadi situasi darurat bisa dapet peringatan dari J-alert ini. Dibanding masalah geopolitik, masalah yang mungkin masih terus jadi kendala di Jepang malah intensitas bencananya alamnya ya. Menurut data, tiap taun Jepang dilanda 1.500 kali gempa bumi, dan cenderung sering banget dilanda angin topan dan tsunami. Jadi daripada mengkhawatirkan isu geopolitik yang belum tentu terjadi aku sih lebih mengkhawatirkan kena bencana alam waktu di Jepang.

    Di tengah memanasnya geopolitik pun, perusahaan-perusahaan di Jepang masih membuka lapangan kerja untuk warga asing. Jadi kesempatan untuk kerja ke Jepang masih terus dibuka sama mereka. Angka turis pun masih terbilang tinggi banget di Jepang. Kalau untuk kerja di Jepang, daripada mikirin isu politik di Jepang, mending pikrin isu seperti kesehatan mental pekerja di Jepang. Seperti yang udah sering kita bahas, kerja di Jepang tekanan kerjanya tinggi, overworknya masih tinggi, budaya kerja di Jepang yang masih terbilang sangat tidak nyaman. Nah isu ini malah masih jadi isu yang perlu diperhatikan bagi pekerja di Jepang dari pada isu politik sama negara lain.

    Kita buat kesimpulan yuk. Kalau kamu menunggu dunia benar-benar 100% damai tanpa konflik untuk berangkat, percaya lah kalian gak akan pernah berangkat ke Jepang. Menurutku sih selama pemerintah Indonesia maupun Jepang tidak mengeluarkan travel ban atau peringatan tingkat tinggi, Jepang masih jadi salah satu destinasi yang sangat dan paling layak untuk dikunjungi maupun ditinggali. Aku yakin banyak dari mereka tetap milih berangkat karena melihat kesempatan yang lebih besar daripada risiko yang sifatnya masih spekulatif. Jelas untuk berangkat perlu kemampuan bahasa Jepang ya. Yang udah lulus N4 dan SSWnya kenapa ga berangkat? Apalagi kalau kalian udan N3 ke atas ya? Skill kalian tuh aset yang sangat berharg, jadi sayang kalau "didiamkan" hanya karena ketakutan akan skenario yang belum tentu terjadi. Kalau kamu mau mulai perjalanan ke Jepang tapi belum tahu harus mulai dari mana, cek program belajarnya di sini. So segitu aja bahasan kali ini. Kalau ada bahasan menarik yang ingin kita bahas bareng coba tulis di kolom komentar aja, nanti aku coba cari waktu luang buat bahas bareng-bareng ya.

  • Kerja di Jepang

    Begini Nih Upgrade VISA Tokutei Ginou ke Gijinkoku

    Untuk kalian yang sekarang udah di Jepang dengan visa tokutei ginou, atapupun kalian yang rencana kerja pakai tokutei ginou ke Jepang. Kali ini aku mau share informasi menarik buat kalian. Khususnya untuk kalian yang tertarik untuk upgrade visa ke visa gijinkoku kedepannya. So baca sampe beres biar tau apa syarat dan apa yang perlu disiapin ya. 

    Mungkin cukup banyak kalian yang berangkat pakai visa tokutei ginou itu karena syarat untuk berangkatnya yang terbilang beginer friendly. Iya skill bahasa Jepang yang setara N4 atau JFT Basic A2, dan lulus test SSW di bidangnya, kalau dibanding gijinkoku memang terbilang lebih mudah dan ga butuh waktu selama itu. Bayangin kalian perlu ngejar skill bahasa N2 atau N1 untuk bisa berangkat pakai visa gijinkoku ke Jepang kan ya. So aku tambahin pilihan untuk kalian, yaitu berangkat tokutei ginou dulu, kemudian selama 3~5 tahun di Jepang nanti upgrade visa ke gijinkoku.

    Sebenernya tokutei ginou itu secara perlakuan visanya udah cukup bersahabat untuk warga asing. Tapi pekerjaannya masih sangat terbatas, dan masih pekerjaan manual. Sebagiaan keuntungan visa gijinkoku pun belum tersedia di tokutei ginou. Makanya aku sih selalu menyarankan untuk upgrade visa aja ke gijinkoku kalau syaratnya bisa terpenuhi. Aku bilang "kalau bisa terpenuhi" ya. Karena sebagian orang mungkin akan butuh effort lebih untuk memenuhinya. Jadi kita coba bahas apa sih syarat pengajuan visa ke gijinkoku

    Pertama ada syarat dasar untuk pengajuan visa gijinkoku yaitu pengaju setidaknya lulusan D3/S1, atau lulus senmon gakkou di Jepang, atau punya pengalaman kurang lebih 10 tahun. Jadi kalau memenuhi salah satu dari 3 syarat tadi harusnya kalian udah bisa mengajukan visanya ya. Ngomong-ngomong ke-tiganya perlu sesuai dengan bidang yang akan diajukan nantinya, dan bahkan yang pengalaman 10 tahun pun biasanya diminta sertifikat pengalaman kerja juga. 

    Syarat kedua udah pasti dapat pekerjaan di kategori gijinkoku. Kategori gijinkoku sebagian besar terbagi menjadi 3, dan aku coba kasih contoh pekerjaannya ya. 

    1. 技術 (gijutsu) atau engineer yang mengcangkup engineering, IT, dan ilmu sains. Contoh pekerjaan seperti: software/web engineer, mechanical engineer (desain mesin), electrical engineer, arsitek, operator CAD, peneliti di lab farmasi, dll. 

    2. 人文知識 (jinbun chisiki) atau spesialis humaniora yang mencangkup bisnis, ekonomi, hukum, dan administrasi. Contohnya: digital marketer, social media manager, staff HRD, general affairs, sales executive, staff hukum, dll.

    3. 国際業務 (kokusai gyoumu) atau layanan internasional yang mencangkup penerjemah, komunikasi lintas budaya, dan desain grafis. Contohnya: penerjemah lisan (interpreter), penerjemah tulisan (translator), guru bahasa, staf impor expor, desainer grafis dan fasion, penulis konten (copywriter) untuk audiens Jepang, dll.

    Kalau udah diterima di perusahaan dengan salah satu bidang diatas, bisa lanjut ke tahap berikutnya, yaitu persiapan dokumen. Ada dokumen yang disiapkan perusahaan yaitu: kontrak kerja, job description atau detail pekerjaan, profil perusahaan, dan laporan keuangan. Iya, jadi perusahaan yang nerima kalian itu sebenernya berdiri sebagai sponsor kalian selama di Jepang, jadi wajar kalau laporan keuangan aja sampai harus dilampirkan. 

    Selagi perusahaan menyiapkan dokumen tadi, kalian pun harus menyiapkan dokumen pribadi kalian. Dokumen yang dimaksud seperti: paspor & kartu kependudukan, ijazah & transkrip nilai, dan terakhir CV dan sertifikat yang relevan. Dokumen tadi diserahkan ke imigrasi beserta formulir perubahan visa. Oh iya ini ga gratis ya, jadi biasanya ada pungutan biaya 4000 yen, tapi kalau ga salah udah naik jadi 6000 ya sejak November 2025 kemarin. Dan proses pemeriksaan dokumen akan berlangsung 1~3 bulan.

    Kalau dokumennya rapih, lengkap, ga ada missmatch data, dan di imigrasinya lagi ga ramai pengurusan visanya, prosesnya bisa lebih cepat. Tapi saran aku udah disiapin dan mulai memproses dari jauh-jauh hari ya. Jaga-jaga selama proses pengajuan ada yang ga lengkap jadi harus ngajuin ulang ataupun kejadian ga diharapkan lainnya.

    Begitulah proses pengajuan upgrade visanya guys. Inget ini hal penting ya!

    1. Pekerjaan harus sesuai dengan ijazah

    2. Bukan pekerjaan manual

    3. Perusahaan harus mendukung 

    4. Pastikan pajak dan asuransi selama di bawah visa tokutei ginou sudah dibayar lunas.

    Kalau udah berubah visanya jadi gijinkoku kan kalian udah bisa dapet kerjaan yang lebih luas, visanya juga udah jangka panjang. Jelas karir dan gaji pun akan lebih baik. Kalian pun udah bisa bawa keluarga lagi. Siapa sih yang ga mau?

    So segitu dulu aja bahasan dari aku tentang upgrade visa tokutei ginou ke visa gijinkoku. Gimana pada tertarik untuk TG dulu terus upgrade ke gijinkoku? Kalau ada hal lain yang ingin dibahas bareng sama aku kasih tau di kolom komentar aja ya.  

J-Class, pernah diliput di :