Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

  • Belajar Bahasa Jepang

    Kenalan sama OBJEK dalam kalimat bahasa Jepang

    Hello minna-san! Gimana proses belajar bahasa Jepangnya? Udah pada mulai bisa bikin kalimat kan ya? Sebelumnya aku buat artikel yang membahas predikat dan partikel-partikelnya. So, pasti udah pada bisa bikin kalimat S-P kan ya? Kali ini aku mau coba bahas lanjutannya yaitu tentang OBJEK dan 2 partikelnya. Karena ada 2 jadi ga dikit ya diantara kalian yang mungkin kebingungan untuk bedain penggunaan partikel yang nandain OBJEK ini. Jadi coba baca sampai beres biar paham cara memisahkannya ya.

    Buat yang masih kurang paham tentan objek, biar ga pusing nyari objek kalimatnya apa aku coba mulai dengan bahasan yang paling basic dulu yaitu "apa sih OBJEK di dalam kalimat itu?" Jangan salah paham sama OBJEK = kata benda ya. Ga salah sih, soalnya objek dalam bahasa inggris itu memang bisa juga diartikan kata benda. Tapi itu merujuk pada objek 'bentuk kata', kali ini kita bahas objek 'kedudukan dalam kalimat'. Dimana OBJEK dalam kalimat bisa kita definisikan pihak, benda, atau hal yang menjelaskan detail dari predikatnya, atau ada yang mengartikan korban dari predikatnya, tapi menurut aku sih kurang tepat definisi ini ya. Balik lagi, predikat itu ga selalu kata kerja kegiatan, tapi bisa juga kata kerja yang menjelasikan kondisi atau status. Biar lebih kebayang coba liat contoh berikut :

    Contoh kalimat dan objek dalam kalimatnya

    1. Aku makan sushi pakai sumpit
    "sushi" adalah objeknya karena dia benda yang dikenai tindakan / penejelas dari predikat "makan"
    Jadi mendetailkan predikat kegiatan "makan"

    2. Aku mengerti bahasa Jepang tahun lalu
    "bahasa Jepang" adalah objeknya karena dia benda/hal yang dikenai tindakan / penjelas dari predikat "mengerti"
    Jadi mendetailkan predikat kondisi "mengerti"

    Sekarang kita coba masuk ke perbedaan objek dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang ya. Ga ada perbedaan yang signifikan kalau kita bandingkan dari kedua bahasa ini ya. Perbedaan pertama sih sama dengan bentuk yang lain yaitu punya partikel yang menandainya di sebuah kalimat, dan ada 2 partikel yang nandain objek ya. Untuk yang partikel kita bahas nanti, pertama kita bahas perbedaan keduanya yaitu perbedaan posisinya dalam kalimat. Masih inget kan? Pola kalimat dalam bahasa Indonesia itu S-P-O-K sedangkan dalam bahasa Jepang itu S-K-O-P. Sehingga urutan posisinya akan berbeda. Kita coba pake kalimat yang tadi yuk.

    Pola kalimat Bahasa Indonesia → Bahasa Jepang

    1. Aku (S) makan (P) sushi (O) pakai sumpit (K) → Aku (S) pakai sumpit (K) sushi (O) makan (P)

    2. Aku (S) mengerti (P) bahasa Jepang (O) tahun lalu (K) → Aku (S) tahun lalu (K) bahasa Jepang (O) mengerti (P) 

    Seperti yang kalian lihat, posisi OBJEK memang masih ada di posisi ke tiga dalam kalimatnya, tapi kalau di bahasa Indonesia objek selalu ada di setelah predikat, dalam bahasa Jepang itu ada di sebelum predikat. Jadi yang belum terbiasa menerjemahkan secara langsung, sebelum diterjemahkan ke bahasa Jepang bisa kalian coba ubah urutan kalimatnya seperti di atas. Biar nanti kalian lebih mudah nerjemahinnya.

    Next baru kita pahami partikel yang tepat untuk nandain OBJEKnya. Seperti yang tadi udah aku sebutin, partikel objek itu ada 2, dan untuk menentukan partikel yang tepat cukup perhatikan predikat kalimatnya. Lebih tepatnya yang nentuin partikel objek yang mana yang kita harus gunakan adalah bentuk kata yang membentuk predikatnya. Karena predikat kan bisa aja terdiri dari kata benda, kata sifat, dan juga kata kerja. Nah biasanya sih ga akan ada objek kalau predikatnya kata benda. Jadi bisa kita skip untuk predikat yang kata benda. Tapi kalau predikatnya dari kata sifat atau kata kerja bisa aja ada objeknya. So aku coba rangkum seperti ini ya guys.



    Seperti yang kalian lihat di tabel diatas, partikel yang menandakan objek ada 2, yaitu を (o) dan が (ga). Meskipun ada 2, sebenernya punya logikanya yang sangat jelas untuk membedakan penggunaannya. Objek akan wajib menggunakan partikel を ketika predikatnya terdiri dari kata kerja bergerak dinamis / atau kata kerja yang ada gerakannya. Biasanya sih yang nunjukkin sebuah kegiatan atau aktifitas seseorang, seperti: makan, minum, tidur, membeli, belajar, menulis, dll. Kalau predikatnya kata kerja yang tadi aku sebutin, objeknya akan pakai menggunakan partikel を (o). Contoh dari kalimat pertama yang tadi kita buat, kali ini kita tambahin partikelnya terus kita ubah ke bahasa Jepang ya, seperti berikut :

    Aku (S)は pakai sumpit (K)で sushi (O)を makan (P)ます

        ↓

    (わたし)は (はし)で 寿()() たべます
    Watashi wa hashi de sushi o tabemasu

    Beda lagi kalau predikatnya berupa kata kerja yang nunjukin kondisi atau status seperti: mengerti, bisa, ada, tinggal (domisili), selesai, terdengar, terlihat, dll. Begitu pula kalau predikatnya kata sifat ya. Jadi kalau predikatnya kata kerja statis atau kata sifat, objek di kalimatnya harus menggunakan partikel が (ga). Seperti kalimat kedua yang tadi kita buat akan jadi seperti berikut :

    Aku (S)は tahun lalu (K) bahasa Jepang (O)が mengerti (P) 

        ↓

    (わたし)は (きょ)(ねん) ()(ほん)() わかりました
    Watashi wa kyonen nihongo ga wakarimashita

    Coba juga check kalimat dengan predikat kata sifat berikut :

    Aku suka makanan Jepang

        ↓

    (わたし)は ()(ほん)の (りょう)() ()きです
    Watashi wa nihon no ryouri ga suki desu

    Gimana? Udah mulai paham kapan pake partikel を (o) dan kapan pake partikel が (ga)? Biar makin mantep aku coba buatkan beberapa contoh lainnya ya. 

    Dia udah belajar bahasa Inggris di sekolahnya

        ↓

    (かれ)は (がっ)(こう)で (えい)() (べん)(きょう)しました
    Kare wa gakkou de eigo o benkyou shimasita

    Ibuku udah mendaki gunung bulan lalu

        ↓

    (はは)は (せん)(げつ) (やま) (のぼ)りました
    Haha wa sengetsu yama o noborimashita

    Di ruang kelas A tidak ada Yamada loh

        ↓

    A(きょう)(しつ)に (やま)()さんが いませんよ
    A kyoushitsu ni Yamada-san ga imasen yo

    Di halaman rumah terdengar suara burung

        ↓

    (にわ)に (とり)の ()(ごえ) ()こえました
    Niwa ni tori no nakigoe ga kikoemashita

    Eventnya udah selesai 1 jam yang lalu 

        ↓

    1()(かん)(まえ)に イベントが ()わりました
    Ichijikan mae ni ibento ga owarimashita

    Sangat disayangkan ya, harga tas ini mahal

        ↓

    (ざん)(ねん)ですね、この (かばん)の ()(だん) (たか)いです
    Zannen desu ne, kono kaban no nedan ga takai desu

    Kita coba buat kesimpulan untuk partikel objek yuk 

    1. Partikel objek menggunakan を (o) ketika predikatnya kata kerja bergerak dinamis (ada gerakan/berupa kegiatan)

    2. Partikel objek menggunakan が (ga) ketika predikatnya kata kerja statis (kondisi/status) dan kata sifat 

    Gimana guys udah kebayang kan penggunaan partikel objeknya? Sekarang belajarnya bahasa Jepangnya udah maju 1 step lagi. Tapi sayang ya kalau belajarnya stop disini. Yang belajar bahasa Jepangnya sambil sekolah atau kerja bisa pelan-pelan yuk, coba terus dicicil kita pindahin kosakatanya ke kamus personal kalian tiap hari. Kemudian sisipkan seminggu 1 atau 2 kali waktu belajar yang lebih untuk belajar pola kalimatnya. Kali ini kita bahas partikel objek, next mending kita bahas apa dulu nih? Kalau punya ide atau request silahkan tulis dikomentar beserta pendapat kalian mengenai bahasan kali ini ya. 

  • Belajar Bahasa Jepang

    です itu Partikel Predikat ? Gini nih Penjelasan Macam-macam Partikel PREDIKAT dan Cara Buat Kalimatnya

    Gimana nih belajar bahasa Jepangnya guys? Udah sampai mana? Maaf baru sempet bahas materi bahasa Jepang lagi. Kali ini aku mau coba bahas lanjutan materi bahasa Jepang yang waktu itu sempet aku mention ya. Kali ini aku mau fokus ngebahas partikel yang menandakan predikat guys. Kalau kita jabarkan sebenernya partikel predikat itu ada banyak guys, dan terkadang memusingkan kalau kita ga paham sama logikanya. So yang masih pada pusing sama misahin partikel predikat atau yang mau mastiin logika kalian udah bener atau belum coba check sampai beres ya.

    Berbeda dengan subjek yang udah pasti pakai partikel は atau が, biasanya partikel predikat itu bisa berubah-ubah tergantung bentuk d si kalimatnya. Partikel yang paling dikenal untuk menandakan predikat itu adalah です. Di antara partikel predikat です itu partikel yang paling pertama dipelajari di buku manapun. Tapi sayangnya です hanya bisa dipakai dalam kondisi tertentu aja guys. Contoh ketika kalimatnya menjadi lampau, dia akan berubah menjadi でした. Kalau predikatnya kata kerja partikelnya akan jadi ます, dll. Nah apa yang aku ingin kalian ketahui terlebih dahulu adalah partikel dari predikat itu tidak hanya ada satu, dan setiap partikel predikat itu ditentukan oleh bentuk kata yang menjadi predikat kalimatnya, detailnya nanti kita bahas ya. 

    Sebelum kesana, kita perlu pahami perbedaan predikat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang, dimana bahasa Indonesia mungkin ga ada partikel dan biasanya tidak terlalu memperhatikan kalimatnya lampau, negatif atau positif. Jadi kalau bahasa Indonesia tinggal nambahin kata yang merujuk dia lampau, maka akan jadi kalimat lampau kaya nambahin kata keterangan seperti "dulu", "kemarin", "sudah", "telah", dan sebagainya. Kalau mau buat kalimat negatif ya tinggal namahin kosakata yang nunjukkin penyangkalan seperti "bukan", "tidak", "ga akan", dan lainnya.

    Nah dalam bahasa Jepang itu mirip sama bahasa Inggris, dimana kalimat positif, negatif, lampau, bahkan negatif lampau itu partikel dari predikatnya akan berbeda. Dengan kata lain, partikel predikat akan menentukan kalimat tersebut menjadi kalimat apa. Belum lagi, bentuk kata yang jadi predikatnya akan menentukan partikelnya juga. Jadi predikatnya berupa kata benda, kata kerja, ataupun kata sifat, akan mengubah partikel si predikatnya. Sampe sini terdengar memusingkan? Coba kita buat kesimpulan dari apa aja yang tadi aku jelasin ya.


    1. Partikel kalimat itu ada lebih dari 1.

    2. Setiap partikel predikat dalam bahasa Jepang akan jadi petunjuk bentuk kalimatnya (kalimat positif, negatif, lampau, atau negatif lampau).

    3. Bentuk kata yang menjadi predikat pun akan menentukan bentuk dari partikel predikat.

    4. Nanti di next level, nuansa kalimat dan juga pola kalimat khusus pun akan mengubah partikel predikat.

    Karena point ke 4 ini materi next level jadi kita skip dulu ya. Kali ini kita fokus di bagian pemula dulu aja. Karena point 1 sampai 3 itu ilmu basic dan pondasi dari partikel predikat, bahkan sampai N1 logika ini akan terus dipakai. Jadi kalau bagian ini udah paham, next ketika belajar yang perubahan lanjutannya kalian ga akan pusing. Mari kita coba masuk ke pembahasan basic partikel predikat. Aku coba bahas dengan cara step by step ketika membuat kalimat ya

    Step pertama: Pahami kalimat yang akan kalian buat

    Jelas banget ya, kalian harus ngerti dengan apa yang mau kalian sampaikan. Kita ambil contoh 4 kalimat berikut :

    1. Ini buku punya aku.

    2. Perempuan itu cantik

    3. Kue ini manis.

    4. Aku akan pergi ke Jepang. 

    Step kedua: Ubah urutan kalimatnya berdasarkan pola kalimat bahasa Jepang

    Caranya sama seperti yang aku sebutin di artikel sebelumnya yang nyeritain cara nyusun kalimat. Kita ubah urutannya jadi S K O P ya. Kalau udah tau partikelnya silahkan dimasukkan aja, jadi step berikutnya akan seperti berikut :

    1. Ini buku punya aku. → Iniは akuの buku.
                                                    S                P

    2. Perempuan itu cantik. → ituの perempuanは cantik.
                                                                     S                       P

    3. Kue ini manis. → iniの Kueは manis.
                                                S                   P

    4. Aku akan pergi ke Jepang. → Akuは Jepangへ akan pergi.
                                                              S            K                   P

    Di sini aku udah bantuin gabungkan kata gabungannya juga ya. Masih inget kan menggabungkan 2 kata benda dengan cara balikkan urutan kata bendanya terus selipkan partikel の. Yang lupa sama caranya dan ingin coba review materinya lagi silahkan check artikel ini. Partikel dari predikatnya masih aku kosongkan ya, kita coba bahas di step berikutnya.

    Step ketiga: Pasang partikel predikat sesuai dengan bentuk kalimatnya

    Dalam menentukan partikel predikat khususnya kita harus tau kalimat yang kalian sampaikan itu kalimat positif (menyampaikan), negatif (menyangkal), lampau (udah berlalu/selesai), atau negatif lampau (menyangkal yang udah berlalu/selesai). Aku udah coba buat tabel rangkumannya partikel predikat ya, so coba check rangkuman berikut. 


    Dari tabel diatas kita bisa liat partikel apa yang kita gunakan di kalimat positif, negatif, dan lainnya. Jadi kalau udah tau predikatnya terdiri dari bentuk kata apa kita bisa tau partikel yang digunakannya itu yang mana. Sambil aku buatkan contoh sambil kita terjemahkan ya.

    1. Iniは akuの bukuです → これは (わたし)の (ほん)です
                                                  (kore wa watashi no hon desu)
                                                            *pakai です karena predikatnya kata benda

    2. ituの perempuanは cantikです → あの (おんな)は ()(れい)です
                                                                     (ano onna wa kirei desu)
                                                                                   *pakai です karena predikatnya kata sifat な  

    3. iniの Kueは manisです → この ケーキは (あま)いです
                                                          (kono keeki wa amai desu)
                                                         *pakai です karena predikatnya kata sifat い  

    4. Akuは Jepangへ akan pergiます → (わたし)は ()(ほん)へ ()きます
                                                                       (watashi wa nihon e ikimasu)
                                                                      *pakai ます karena predikatnya kata sifat kerja  

    Nah tadi aku buatkan contoh kalau semuanya kalimat positif, kalau mau jadi bentuk kalimat yang lain, kita tinggal ubah partikel predikatnya. Kita coba liat contoh berikut ya.

    Kalimat positif menjadi negatif :

    これは (わたし)の (ほん)です (kore wa watashi no hon desu) 

      ↓↓ Predikatnya Kata Benda ↓↓

    これは わたしの ほんではありません (kore wa watashi no hon dewa arimasen)
    Ini bukan buku saya


    この ケーキは (あま)です (kono keeki wa amai desu)

      ↓↓ Predikatnya Kata Sifatい ↓↓

    この ケーキは (あま)くないです (kono keeki wa amakunai desu)
    Kue ini tidak manis


    Kalimat positif menjadi lampau :

    あの (おんな)は ()(れい)です (ano onna wa kirei desu)

     ↓↓ Predikatnya Kata Sifat な ↓↓

    あの (おんな)は ()(れい)でした (ano onna wa kirei deshita)
    Perempuan itu dulunya/sebelumnya cantik


    (わたし)は ()(ほん)へ ()ます (watashi wa nihon e ikimasu)

     ↓↓ Predikatnya Kata Kerja ↓↓

    (わたし)は ()(ほん)へ ()ました (watashi wa nihon e ikimashita)
    Aku udah pergi ke Jepang


    Kalimat positif menjadi negatif lampau :

    この ケーキは (あま)いです (kono keeki wa amai desu)

      ↓↓ Preedikatnya Kata Sifatい ↓↓

    この ケーキは (あま)くなかったです (kono keeki wa amakunakatta desu)
    Kue ini sebelumnya tidak manis


    (わたし)は ()(ほん)へ ()ます (watashi wa nihon e ikimasu)

     ↓↓ Predikatnya Kata Kerja ↓↓

    (わたし)は ()(ほん)へ ()ませんでした (watashi wa nihon e ikimasendeshita)
    Aku sebelumnya tidak pergi ke Jepang


    Kalian bisa tambahin kata keterangan yang menjelaskan kalimat lampau, negatif atau negatif lampau yang lebih spesifik seperti "belum", untuk kalimat negatif, "kemarin, minggu lalu, tadi pagi" untuk kalimat lampau atau negatif lampau. Sekalipun engga sebenernya partikel predikat ini udah bisa menjelaskan, tapi kurang penegasan atau kurang jelas jadi lebih baik ditambahkan keterangan ya biar ga salah paham. Contohnya :


     (わたし)は ()(ほん)へ ()きました (watashi wa nihon e ikimashita)

      ↓ ↓

    (わたし)は (せん)(しゅう) ()(ほん)へ ()きました (watashi wa senshuu nihon e ikimashita)
    Saya minggu lalu tidak pergi ke Jepang


    Kalau kita ditambahin keterangan waktu jadi makin jelas kan engga pergi ke Jepangnya itu kapan. Jadi orang yang dengernya juga ga akan bingung lagi. Tapi ya intinya disesuaikan aja sama konteks dan kondisi percakapan ya. Kalau dari awal percakapan memang lagi ngomongin minggu lalu, bisa jadi kalian ga perlu nambahin keterangan waktu disini, karena lawan bicara udah tau kita lagi ngomongin minggu lalu. Gimana aja kaya kita ngobrol sama sesama orang Indonesia.

    Nah yang tadi aku jelasin itu dasar dari partikel predikat ya. So sebenernya partikel dari predikat itu ada lanjutannya. Seperti perubahan ke bentuk kasual, perubahan bentuk kata kerja atau konjugasi kata kerja, sampai penggunaan pola kalimat tertentu. Tapi balik lagi, kalau kita udah paham dasarnya ketika kita mempelajari lanjutannya itu ga akan pusing kok. Jadi coba belajarnya step by step ya. Kalau belajarnya mau aku bantu lebih serius di kita ada kok program yang bisa bantuin kalian. Yang mau belajarnya lebih santai bisa belajar di program N5 3 bulan, dan kalian yang mau belajar langsung ke N4 secara efektif, bisa coba Akselerasi N4 15 hari ya.

    Gimana nih materi kali ini guys? Sekedar mengingatkan, kosakatanya jangan lupa ditambah terus ya hhe. Tiap hari terus ditambah, kemudian dipindahin juga ke kamus personal kalian ya. Pembahasan kali ini fokus di dasar partikel predikat. Bagian yang lanjutannya mungkin aku buatkan nanti terpisah, baik itu perubahan ke bentuk kasual, ataupun masing masing bentuk perubahan kata kerja ya. Apakah dari kalian ada pembahasan yang menarik untuk kita bahas? Dan juga apakah bahasan kali ini menarik dan membantu kalian? Silahkan kalian tulis di kolom komentar ya. Aku mau denger pendapat kalian.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Step Awal Belajar Hingga DASAR-DASAR dari bahasa Jepang Yang Perlu Kalian Pahami

     Siapa yang mungkin ingin mulai belajar bahasa Jepang? Ga tau belajarnya darimana? Bingung stepnya apa aja? Atau ingin cari tau dulu secara garis besar bahasa Jepang itu seperti apa sih? Nah ga usah bingung, kalian udah nemu tempat yang benar nih. 

    Bahasa Jepang makin kesini makin populer ya, so pelajar bahasa Jepang memang terus bertambah di Indonesia. Makin kesini makin banyak yang ingin kerja ke Jepang, ingin lanjut sekolah di Jepang, suka sama Jejepangan seperti anime, bahkan mungkin cuman sekedar iseng-iseng belajar atau memang mau nambah softskillnya. Jadi ada berbagai macam alasan orang Indonesia untuk memulai belajar bahasa Jepang.

    Nah untuk kalian yang baru mau mulai nih, aku mau coba sharing sedikit mengenai step awal hingga pola kalimat dasar dari bahasa Jepang ya, minimal biar tau dulu nih bahasa Jepang itu bahasa yang seperti apa gitu ya. Nah Keunikan pertama dari bahasa Jepang itu bahasa yang seperti apa sih? Ya, bahasa Jepang itu berbeda atau punya banyak keunikan kalau dibanding bahasa pada umumnya. Pertama yang mungkin udah pada tau yaitu tulisannya. Dalam bahasa Jepang terdiri dari 4 jenis huruf, yaitu Hiragana, Katakana, Kanji, dan Romaji. Ga sampe situ, keempat jenis huruf itu dipakai bersamaan guys, jadi punya fungsinya masing-masing. 

    1. Hiragana buat nulis kosakata asli Jepang seperti かいしゃ, がくせい, だいがく. Secara jumlah masih sedikit ya, ada 46 huruf hiragana. Ini huruf paling dasar yang pertama perlu dipelajari untuk belajar bahasa Jepang.

    2. Katakana untuk nulis kosakata serapan seperti ゲーム, サッカー, ケーキ. Jumlahnya sama dengan hiragana ada 46 huruf, tapi ciri khasnya lebih kaku ya, kaya tulisan laki-laki lah kalau dibanding hiragana yang mirip tulisan perempuan.

    3. Kemudian Kanji ya ini buat mempermudah memisahkan kosakata sebenernya tapi intinya masih nulis kosakata asli Jepang sih contohnya 日 (hi - matahari), 山 (yama - gunung), dll. Kebanyakan kanji itu melambangkan sesuatu. Nah secara jumlah sekarang yang sering digunakan dikeseharian cuman ada sekitar 2,000 ~ 3,000 tapi aslinya ada lebih dari 50,000 kanji. Nah kita ga perlu hafal semua kok, jadi cukup hafalkan yang digunakan di zaman sekarang aja ya. 

    4. Nah terakhir Romaji untuk nulis singkatan atau nama-nama brand biasanya, kaya Suzuki, Honda, dll kan itu ditulisnya make romaji ya, kalau ditulis pake kanji, nanti bakal kesulitan buat ngejar market international soalnya pada ga bisa baca. 

    So dalam 1 kalimat bisa aja keempatnya dipakai bersamaan seperti :

    Ashita no kabushiki gaisha Suzuki to no miitingu wa sanka shite kudasai ne.
    明日(あした)(かぶ)(しき)(がい)(しゃ)Suzukiとのミーティングは(さん)()してくださいね。
    Mohon hadir di meeting bersama PT Suzuki besok ya.

    Karena tulisannya yang unik, makanya step awal untuk belajar bahasa Jepang itu bisa baca tulisannya. Minimal Hiragana dan Katakana dulu aja coba lancarin dulu, karena secara jumlah ga begitu banyak ya. Belum lagi 2 huruf ini sering digunakan juga dalam keseharian. Di buku textbooknya aja udah full tulisan Jepang, dan kalau ga lancar hiragana dan katakana, nanti bakal kesulitan buat lanjutin belajarnya. Kalau Kanji memang secara jumlah ada banyak banget ya, makanya bisa bertahap dikit-dikit dihafalin sambil jalan belajarnya.

    Keunikan yang kedua dari bahasa Jepang yang itu di pola kalimatnya. Pola kalimat bahasa Jepang itu berbeda sama bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. Pertama dari susunan kalimatnya yang berbeda yaitu S K O P, jadi beda banget kan ya sama bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang S P O K. Jadi kenali dulu mana Subjek, predikat, objek dan keterangannya. Kalau udah tinggal urutan kalimatnya kita sesuaikan dan terakhir di terjemahkan, contohnya :

    Aku beli sepatu di mall
      ↓
    Aku  beli  sepatu  di mall
      S      P        O           K
      ↓
    Aku  di mall  sepatu  beli
      S         K          O        P

    Nah sebelum kita lanjutin ada yang perlu aku jelasin dulu, yaitu di keunikan kedua bahasa Jepang selain susunan kalimat, kita perlu juga memahami logika partikel kalimat dalam bahasa Jepang. Betul, dalam bahasa Jepang itu ada partikel kalimat dan partikel ini tuh merupakan penanda fungsi kata di kalimat tersebut. Anggap aja subjek kalimat pasti ada partikel は (wa) atau disetelah keterangan waktu ada partikel に (ni) dsb. Nah ini kalau kita bahas sekarang ini bakal cukup panjang, mungkin kita akan coba buatkan video terpisah untuk menjelaskan detil dari partikel dalam bahasa Jepang ya. Intinya di setiap fungsi kata seperti subjek, keterangan, objek, bahkan predikat pasti ada partikel kalimat ini guys. Kalimat tadi kita coba tambahin partikelnya yuk 

    Akuは  mallで  sepatuを  beliます
      S          K             O            P

    Setelah ditambah partikel tinggal kita terjemahkan kosakatanya

    Watashi wa mooru de kutsu o kaimasu
    (わたし)は  モールで  (くつ)を  ()います
      S          K           O         P

    Kalau pake cara ini lebih mudah kan nerjemahin kalimatnya? Di awal belajar coba pake cara tadi ya, pertama kenali fungsi katanya, kemudian ubah urutan jadi S K O P, kemudian tambahkan partikel yang sesuai, dan terakhir ubah kosakatanya jadi bahasa Jepang. Cara tadi itu cara untuk pemula ya guys, nextnya coba terjemahkan kalimat secara spontan ya biar dikit-dikit terbiasa untuk bisa ngobrol spontan.

    Ngomong-ngomong jangan sampai ketuker antara Kata Gabungan dan Kalimat ya, banyak pemula yang keliru untuk membedakan kata gabungan dan kalimat. Inget Kalimat itu terdiri dari setidaknya topik pembicaraan (subjek) dan penjelasan (predikat). Ada yang diomongin dan ada penjelasannya, kalau 2 itu ada berarti bisa disebut kalimat. Nah loh siapa yang bahasa Indonesianya remedial? Coba sanbil inget-inget ya. Kalau kata gabungan punya cara sendiri untuk ngebuatnya, contoh kalau 2 kata benda kita gabungkan tinggal urutannya kita balik dan kemudian selipkan partikel の diantaranya. Contoh :

    Sekolah aku → Aku sekolah → Akuの sekolah → (わたし)(がっ)(こう )

    Hari libur → Libur hari → Liburの hari → (やす)みの()

    Selain kata benda + kata benda ada juga kata sifat + Kata sifat, kata kerja dan kata benda, dsb. Semuanya ada cara menggabungkannya masing-masing ya. So coba dipelajari satu per satu.

    Nah keunikan kedua ini yang membuat step kedua dalam pembelajaran bahasa Jepang adalah memahami susunan kata, dan logika partikel kalimat dalam bahasa Jepang. Kalau udah hafal kosakata, paham urutan kata dan partikel kalimat setidaknya kalian udah bisa bikin kalimat simple seperti "Aku makan di restoran", "Dia pergi ke sekolah naik bis", dsb.

    Kalau udah masuk ke step kedua, sambil belajar memahami pola dan partikel kalimat, kalian sambil dirapel atau dicicil nambahin kosakata terus tiap harinya ya. Coba deh pasang target misal sehari minimal sekitaran 3~15 menit dipake buat nambah kosakata baru. Kalian konsistenkan terus tiap hari nambahin kosakata, karena aku yakin kalian juga cukup mengerti, jumlah kosakata dan juga kanji ya, itu ga sedikti, dan ga mungkin bisa di paksa masukin ke otak dalam sekali belajar. So sambil belajar konsisten juga ya.

    Nah kalau udah bisa baca hiragana dan katakana, dan udah bisa bikin kalimat simple. Kita bisa masuk ke step ketiga, yaitu mempelajari perubahan kata kerja atau konjugasi kata kerja. Meskipun kalau kalian bisa jadi udah bukan pemula kalau udah menguasai konjugasi kata kerja ya. Kabar baiknya konjugasi kata kerja dalam bahasa Jepang itu jauh lebih gampang daripada bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. 

    So ada 5 jenis perubahan untuk kata kerja seperti perubahan bentuk A atau bentuk kasual negatif, bentuk I atau bentuk ます coret, bentuk U atau bentuk kamus, bentuk TE atau bentuk sambung, dan bentuk TA atau bentuk kasual lampau. Dan semuanya itu udah ada logika yang jelas perubahannya akan seperti apa. Nanti perubaha kata kerja akan ketemu dengan pola siap pakai seperti contohnya :

    Bentuk TE + ください yang artinya Tolong ...
      Pergi             Pergilah           Tolong pergi
    ()きます → ()って → ()ってください
      Dasar         Bentuk TE      Tambahin ください

    Bentuk A + なければなりません yang artinya Harus ...
     Makan          Tidak makan             Harus makan
    ()べます → ()べない → ()べなければなりません
      Dasar            Bentuk A      Tambahin なければなりません

    Tapi kabar buruknya, secara jumlah pola siap pakai ini mungkin ini agak banyak ya, sehingga sama dengan partikel, konjugasi kata kerja juga kalau dibahas di 1 konten mungkin agak kepenuhan nih malah jadi pusing kebanyakan informasi. Jadi kita mungkin akan coba bahas lebih detilnya di konten yang terpisah dimana kita akan membahas tuntas perubahan kata kerja dalam bahasa Jepang. Kalau udah ga sabar mungkin bisa coba pelajari detilnya OTODIDAK boleh lewat buku atau coba cari di internet juga boleh. Nanti sambil review lewat video kita ya. Jadi stay tune bareng WaGoMu J-class ya. 

    Kalau kita coba rangkum step belajar bahasa Jepang bakalan seperti ini ya.
    1. Pertama, pelajari dan lancarkan baca Hiragana kemudian Katakana. Ini merupakan pintu masuk buat belajar bahasa Jepang ya.
    2. Kedua, pahami perbedaan pola kalimat dalam bahasa Jepang dan bahasa ibu. Mulai dari susunan kata sampai partikel kalimat. Di step ini sambil nambahin kosakata tiap hari ya.
    3. Ketiga, pahami perubahan kata kerja atau konjugasi kata kerja satu per-satu ya, termasuk pola siap pakai di setiap bentuk kata kerjanya. Di step ini kalian sambil nambahin terus kosakata dan kanjinya ya.

    Gimana nih? Kali ini kita ngebahas bahasa Jepang basic banget ya, jadi yang udah di tengah-tengah belajar bahasa Jepang sih mungkin lebih ngereview materi ya, tapi untuk kalian yang baru mulai atau mungkin masih ngeraba-raba ingin belajar bahasa Jepang atau engga apakah udah dapet gambaran gimana nanti belajar bahasa Jepangnya? Kalau penasaran dengan step berikutnya, atau bahasan lainnya tentang bahasa Jepang tetep stay tune bareng WaGoMu J-Class ya. Tapi apa sih yang paling kalian penasaran atau ingin tau mengenai pembelajaran bahasa Jepang? Kalau ada yang ingin kita bahas bareng-bareng, silahkan tulis di kolom komtentar ya, nanti kita bahas di konten berikutnya.

  • Belajar Bahasa Jepang

    PARTIKEL akhiran bahasa Jepang yang sering muncul di media Jepang!

    Balik lagi ke pembahasan belajar bahasa Jepangnya yuk guys. Masih pada semangat kan belajarnya? Kali ini aku mau ngebahas sesuatu yang mungkin kalian sering banget denger, tapi bisa jadi kalian ga tau atau bisa jadi baru ngeraba-raba aja maksud dari apa yang kalian denger. Apasih itu? Kita coba bahas partikel akhiran yang biasa muncul di anime, drama, atau mungkin lagu? Partikel akhiran atau bisa kita masukan ke dalam pola siap pakai ini sering banget muncul di anime dan lainya. Selain itu, jumlahnya juga ada banyak banget, jadi aku coba bahas sebagian yang memang sering muncul ya. Nanti kalau ada yang kurang coba tulis dikomentar ya, biar kita coba bantu jelasin di video terpisah.


    ~よね / ~わね yang meminta persetujuan dan validasi

    Partikel akhiran ini biasanya digunakan untuk memastikan sesuatu, meminta persetujuan atau validasi dari lawan bicara. Kalau di indonesia seperti ... kan!?, ... Ya kan!?, ... Ya!?, dll. Digunakan dalam konteks kasual sehingga sering digunakan ketika ngobrol akrab dengan teman-teman yang udah dekat. 

    ~よね dan ~わね perbedaannya cuman di siapa yang makenya. ~よね lebih umum, siapapun bisa pakai, sedangkan ~わね cenderung wanita yang makenya. Ayo kita liat contoh-contoh berikut :

    Ashita shiken ga aru yo ne?
    明日(あした)()(けん)があるよね?
    Besok ada test kan ya?

    Kono kaban no dezain wa sugoku ii wa ne!
    この(かばん)のデザインはすごくいいわね!
    Design tas ini sangat bagus ya!

    Ada yang mirip dengan ~わね, tapi kesannya beda, yaitu ~わよ yang lebih ke 'meyakinkan pendapat ke lawan bicara dengan pendapat yang lawan belum tentu tau', seperti :

    このケーキ(あま)いわね!(Ini manis ya!) = Keduanya udah nyoba makan
    このケーキ(あま)いわよ!(Ini manis loh!) = Lawan belum nyoba makan
    Sekilas, dua kalimat di atas terlihat sama tapi beda kesannya kan ya.


    ~かね yang meminta validasi

    Sama seperti ~よね, pola ini pun bisa digunakan untuk memastikan dan meminta validasi. Tapi selain itu ~かね punya fungsi yang lebih luas yang tidak dimiliki よね yaitu, 'mengungkapkan keraguan', ataupun 'menunjukkan keluhan', jadi lebih hati-hati ya dalam penggunaan ~かね.

    Mengungkapkan keraguan yang dialami oleh pembicara, seperti pada contoh berikut : 

    Kono sukeejuuru de ii kane?
    このスケージュールでいいかね?
    Apakah baik-baik saja dengan schedule ini?

    Ashita, kare wa kuru ka ne?
    明日(あした)(かれ)()るかね?
    Besok, dia akan datang ga ya?

    Kalau nunjukkin keluhan, biasanya sih orang yang lebih tinggi mengeluhkan kelakuan yang di bawah, atau bisa juga ketika lagi marah atau kesel ke orang lain ya. Contohnya seperti :

    Doushite konna kantan na koto mo dekinai no kane?
    どうしてこんな(かん)(たん)な’こともできないのかね?
    Kenapa hal gampang gini aja kamu ga bisa ya?


    ~かよ buat nunjukkin rasa kesal

    Kali ini beda banget nih, ~かよ cenderung menunjukkan rasa kesal yang kuat. Biasanya kalau lagi 'ga setuju', 'marah', 'kecewa', bahkan mungkin 'frustasi'. Bahkan ada kalanya terkesan sinis kalau ngedenger orang ngomong pake pola ini. Coba check contohnya :

    Ima kara iku no ka yo?!
    (いま)から()くのかよ?!
    Pergi dari sekarang?!
    *merasa tidak setuju karena ada yang tidak tepat untuk pergi sekarang

    Ano hi kare ga itta koto ha uso ka yo?!
    あの()(かれ)()ったことは(うそ)かよ?!
    Yang dikatakan dia di hari itu ternyata bohong ya?!
    *shock, kesal, marah karena dibohongi


    ~かい / ~だい yang mempertanyakan dengan gaya jadul

    ~かい ini ga beda jauh sama ~か. Bisa dipake buat nanya, mengkonfirmasi, tapi ada kesan retro atau kolot gitu. Makanya yang ini bukan bahasa anak muda karena yang make biasanya om om, kakek, nenek, ibu-ibu gitu. Contoh :

    Saikin genki ga nai ne. Daijoubu kai?
    (さい)(きん)(げん)()がないね。(だい)(じょう)()かい?
    Akhir-akhir ini kamu ga semangat ya. Apa kamu baik-baik saja?

    Kono keeki o katta no wa Manda-san kai?
    このケーキを()ったのはマンダさんかい?
    Yang beli kue ini Manda kah?

    Ada yang mirip dengan ~かい yaitu ~だい. Secara umum perbedaannya cuman di apa yang ditanyakan. Kalau ~かい umumnya pertanyaan yang bisa dijawab dengan はい atau いいえ. Sedangkan ~だい itu bisa lebih luas. Seperti contoh berikut :

    Ashita no choushoku wa nandai?
    明日(あした)(ちょう)(しょく)(なん)だい?
    Sarapan besok apa ya?

    Nihon de hataraite mou ichinen tatta ne. Nihon wa dou dai?
    ()(ほん)(はたら)いてもう(いち)(ねん)たったね。()(ほん)はどうだい?
    Kerja di Jepang udah 1 tahun ya. Bagaimana hidup di Jepang?


    ~ぜ buat menyampaikan dengan kesan akrab

    Partikel ~ぜ sering digunakan dalam keseharian ketika menyampaikan pendapat, ajakan, laporan, kesan, dugaan, jadi lumayan luas penggunaannya. Sebenernya pola ini biasa digunakan laki-laki muda di Jepang ketika ngobrol dengan teman akrabnya. Jadi nuansanya bahasa kasual dan akrab. FIY pola ini bisa juga digunakan ketika memberikan peringatan atau ancaman yang terkesan agak songong.

    Minna to eiga miyou ze.
    みんなと(えい)()()ようぜ。
    Nonton film bareng-bareng yuk.

    Ano ko gakkou ittenakatta rashii ze.
    あの()(がっ)(こう)()ってなかったらしいぜ。
    Anak itu sepertinya ga pergi ke sekolah loh.


    ~ぞ yang mau mempertegas seperti kata seruan

    Partikel akhir ini penggunaannya lumayan luas, tapi kalau aku kasih garis besar, dalam bahasa indonesia seperti kata seruan untuk menarik perhatian lawan bicara. Nuansanya kasual, dan sering digunakan juga dalam keseharian oleh kaum muda sampai lansia. Aku coba kasih contoh penggunaannya ya, seperti berikut :

    Menekankan tekat pembicara

    Raishuu no shiai wa zettai makenai zo!
    (らい)(しゅう)()(あい)(ぜっ)(たい)()けないぞ!
    Pertandingan minggu depan pasti ga akan kalah!

    Menunjukkan perasaan seperti puas, terharu, senang, dll

    Yatto ano ko to ai ni ikeru zo!
    やっとあの()()いに()けるぞ!
    Akhirnya aku bisa pergi bertemu dengan dia!

    Memberikan peringatan

    Kono machi no yoru wa kiken da zo!
    この(まち)(よる)()(けん)だぞ!
    Malam hari di kota ini bahaya loh!


    ~さ buat mempertegas, menentang, dll

    Akhiran ~さ pasti sering denger ya, terutama yang suka nontonin anime pasti ga asing sama yang 1 ini. Mungkin karena ada beberapa fungsi jadi kita sering denger ya. Setidaknya yang aku tau ada 4 fungsi partikel ini, coba check contoh-contoh berikut : 

    Mempertegas pendapat

    Nihongo nante, kantan ni oboerareru sa。
    ()(ほん)()なんて、(かん)(たん)(おぼ)えられるさ。
    Bahasa Jepang mah gampang diinget loh.

    Menegaskan sikap acuh / tidak peduli

    Ano ko nante shiranai sa.
    あの()なんて()らないさ。
    Soal dia mah aku ga tau ah.

    Menentang atau mengeluh

    Doushite mada kaeranai no sa?
    どうしてまだ(かえ)らないのさ?
    Kenapa belum pulang sih?

    Menyampaikan informasi dari pihak ketiga

    Kotoshi no natsu wa sugoku atsui datte sa.
    今年(ことし)(なつ)はすごく(あつ)いだってさ。
    Musim panas tahun ini panas banget katanya.


    ~もん buat yang manjaan

    Ini biasa digunain sama anak-anak yang lagi rewel ya guys. Kurang lebih kaya menekankan alasan, tapi ada kesan kaya ingin dimanja gitu. Jadi mirip dengan ~から tapi nuansanya yang berbeda. Coba kita liat contohnya :

    Datte, onaka ga tsuita mon!
    だって、お(なか)()いたもん!
    Soalnya aku laper!

    Mada asobitai mon!
    まだ(あそ)びたいもん!
    Habis aku masih mau main!

    Info tambahan, ~もん itu sebenarnya bahasa mulut. Dalam bentuk tulisan akan jadi ~もの.

    Nah, partikel akhiran yang ada di bahasa Jepang itu ada banyak ya guys. Yang aku sebutin tadi belum semuanya, jadi aku pilihin yang kira-kira kalian mungkin udah pernah denger baik di anime, drama, lagu, dsb. Kalau kalian pernah denger yang lainnya dan ingin kita bahas boleh tulis di komentar ya guys. Nanti kita coba bahas.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Gak Kebagian Kuota JLPT? Nih Alternatif Ujian Bahasa Jepang Lainnya

    Ujian JLPT udah selesai nih. Ada gak dari kamu yg mau ikut ujian juga tapi gak kebagian kuota ujiannya? Atau udah ikut ujiannya tapi gak yakin sama hasilnya? Tenang ajaa. Aku kasih tau kamu alternatif ujian lainnya. Ujian kompetisi bahasa jepang tuh bukan cuma JLPT aja loh.

    Tapi kamu harus tau dulu nih goals kamu belajar bahasa jepang buat apa. Karena tujuan kamu belajar bahasa jepang yg bakal nentuin persyaratan apa yang harus kamu tempuh.

    Kalau selama ini kamu cuma tahu JLPT sebagai satu-satunya ujian bahasa Jepang, kamu harus banget tau informasi ini. Karena ternyata… ada beberapa ujian alternatif yg lebih cocok sesuai dengan tujuan kamu belajar bahasa Jepang!

    1. Buat yang mau Magang ke Jepang (Program Pemagangan / Jisshusei)

    Buta huruf, juga boleh. Syaratnya, asal ada perusahaan yg mau nerima kamu aja kok. Masalahnya, di Indonesia-nya harus ada perusahaan yg ngirimin (SO), dan di Jepang-nya, harus ada Kumiai (AO) yg menerima serta nyalurin ke Perusahaan yg mau nerima kamu. Dan pastinya pihak SO juga gak mungkin dong mau ngirimin orang yg gak bisa bahasa Jepang sama sekali. So, aku saranin kamu untuk kejar kemampuan bhs Jepangnya minimal di level N5. Untuk ikut ujian di level ini, kamu bisa ikut JLPT N5. Tapi, kalau kamu kehabisan kuota, ada ujian alternatif lain yaitu JLCT (Japanese Language Capability Test) di level N5.

    JLCT itu apa sih? Kok aku baru denger?

    So, ujian ini salah satu dari ujian kompetensi bahasa Jepang. JLCT, terbilang baru di Indonesia meskipun udah dilaksanakan di berbagai negara lain lebih dulu. Tapi tenang aja, sertifikat JLCT N5 ini udah diakui oleh pemerintah Jepang dan bisa kamu pake untuk apply visa magang di Jepang.

    Dan untuk pelaksanaannya, ujian JLCT diadakan setiap dua bulan sekali yakni di bulan ganjil. Ujian terdekat bisa kamu ikutin di bulan September nih, bisa persiapkan diri kamu dari sekarang. Kalau mau ikut ujiannya, bisa klik link ini yaa https://jlct.id/

     2. Buat yang mau ikut Tokutei Ginou (TG) / Specified Skilled Worker

    Ini jenis visa yang lagi ramai dicari sama orang-orang nih. Secara syarat, SSW ini memiliki syarat yang lebih tinggi. Dari sisi bahasa Jepang, kamu setidaknya harus udah lulus skill bahasa Jepang setingkat N4. Tapi tenang aja, lagi-lagi JLPT bukan satu-satunya opsi kok, karena ada alternatif ujian lain yaitu JFT Basic A2.

    Kamu bisa dapetin peluang kuota ujiannya lebih besar, karena pelaksaan ujiannya diadakan hampir setiap bulan. Jadi, jangan sedih kalo kamu ngga dapet kuota ujian JLPT yaa. Yg penting, kamu harus tetap belajar untuk mempersiapkan diri sesuai dengan goals kamu pribadi.

     So, pesan dari aku jangan asal ambil JLPT kalau ternyata bukan itu yang kamu butuhin!

    • Mau magang? Kamu bisa daftar ujian JLCT N5.
    • Mau ikut TG? Bisa ikut JFT-Basic plus ujian keahlian bidangnya.

    Jadi, tujuan kamu belajar bahasa Jepang apa nih? Inget pesanku ya, belajar bahasa Jepang bukan cuma untuk dapet sertifikatnya aja. Tetap terus upgrade skill bahasa Jepang kamu ya! Kalo kamu mau aku bantu kejar goals kamu, bisa ikut kelas belajarku di:

  • Belajar Bahasa Jepang

    Masih kesulitan belajar Kanji ? Ini mungkin solusinya!

    Belajar kanji itu merepotkan ya? Ada banyak, beda-beda bentuknya, cara bacanya juga ada banyak. Jangankan orang Indonesia, aku yakin orang Jepang pun banyak yang ngerasain itu. Tapi orang Jepang kok pada bisa dan mahir kanji ga kaya aku yang masih kesulitan belajar kanjinya? Pertama ada mindset dan cara yang perlu kalian ketahui.

    Kita coba kena dulu karakteristik dari kanji itu seperti apa.

    Setiap huruf kanji memiliki artinya masing-masing, dan sebagian besar ada 2 jenis cara baca, yaitu Kunyomi dan Onyomi. Secara teori cara baca kunyomi itu cara baca asli Jepang dan bisa langsung ketauan artinya hanya denger kosakatanya, dan onyomi itu cara baca Mandarin yang kita baru tau artinya kalau udah tau kosakatanya. Tapi ga semua kanji kaya gitu. Makanya hafal dan bisa memisahkan kunyomi dan onyomi itu sebenarnya tidak begitu membantu. Yang ada malah nambah-nambah beban hafalan. 

    Rata-rata orang mungkin ngafalinnya gini ya, hafalin bentuk kanjinya 火, artinya "api", cara baca kunyominya "hi", onyominya "san". Semua kanji kalian hafalkan seperti itu. Waduh cape, untuk nambah 1 kanji setidaknya kita harus hafalin arti, dan 2 cara bacanya. Itupun kalau cuman ada 2 cara baca ya, karena sebagian besar kanji, kunyomi atau onyominya punya lebih dari 1 cara baca. Belum kalau kanji itu ketemu kanji lain jadi kosakata baru.

    Logikanya gini, kalau kita liat kanji yang kita ga tau bentuknya, ga tau artinya, ga tau cara bacanya terus tiba-tiba disuruh "hafalin kanji ini ya!". Apa yang kalian rasakan? Beban banget ya harus ngafalin itu semua sekaligus. Orang Jepang itu biasanya ga kesulitan menghafalkan kanji. Setidaknya kalau dibandingkan orang Indonesia atau selain orang Jepang lah.

    Aku yakin kalian pasti mikirnya "wajar orang asing lebih sulit menghafal kanji dari pada orang Jepang itu sendiri". Tapi pernah kah kalian mempertanyakannya "kenapa?" gitu? Kenapa orang Jepang lebih mahir atau lebih mudah menghafalkan kanji? Orang Jepang dari umur 6 tahun udah mulai belajar kanji, tapi apakah pertama kali diliatin bentuk kanji mereka langsung hafal kaya seseorang yang mendapatkan wahyu?

    Alasan mereka bisa lebih mudah hafal karena "orang Jepang udah tau kosakatanya" sehingga orang Jepang cukup menghubungkan bentuk kanji dengan kosakata yang udah dia kenal. Orang Jepang sehari-hari pakai bahasa Jepang, ngomong, mendengarkan, hingga baca tulis menggunakan bahasa Jepang. Jadi wajar lah mereka sebelum mulai belajar bentuk kanjinya, mereka setidaknya udah pernah denger kosakatanya dan udah tau artinya apa. Ibaratnya mereka cukup menghubungkan kosakata ひ yang artinya api dengan kanjinya 火.

    Jadi dari cerita tadi orang Jepang bisa cepat hafal kanji karena dia ENGGA ngafalin kanji dengan cara ngafalin bentuk, arti, dan cara bacanya secara BERSAMAAN. Mereka cukup menghafalkan bentuk kanji dari kosakata yang udah mereka kenal. Sisanya dipake dikeseharian biar ga lupa.

    Masih mau ngafalin dan bisa bedain cara baca kunyomi dan onyomi? Orang Jepang aja ga belajar kunyomi onyomi ya, mereka di sekolah cuman belajar seperti "kosakata ini kanjinya gini ya", atau "kanji A dan B bertemu artinya jadi gini ya". Kalau kalian tanyain mereka kunyomi kanji A, Onyomi kanji B, atau semacamnya kayanya yang bisa jawab hanya mereka yang memang mendalami kanji, dan sedikit banget ya yang memang ahli kanji.

    Kak terus kalau kita tau artinya tapi ga tau cara bacanya gimana?

    Seperti yang tadi aku sebutin, orang Jepang pun banyak yang ga sehafal itu sama cara baca kanji, mereka ga dikit dari mereka yang cuman tau bentuk dan artinya. Contoh waktu baca koran nemu kanji 火山 mereka tau artinya apa, tapi mungkin ada yang ga tau bacanya apa. Makanya hafal arti setiap huruf kanji itu cukup penting juga. 

    Jadi saran kedua dari aku, selain menghubungkan kosakata yang udah dipelajari dengan kanjinya, coba pelajari juga kanji itu dari bentuk dan artinya aja dulu. Konsistenkan tambahkan tiap hari sambil nambahin kosakatanya. Bagi yang lebih mudah menghafalkan lewat gambaran, ilustrasi, atau sesuatu yang menggambarkan kanjinya. Kalau kalian hubungkan bentuk kanji dengan gambaran tersebut, kalian bisa lebih mudah inget bentuknya. Bisa kalian coba-coba gambarkan sendiri atau kalian bisa juga menggunakan alat-alat seperti kanji card. 

    Kalau hafal arti dari kanji-kanjinya, ketika ketemu kosakata baru bisa lebih mudah hafal kanjinya. Contoh nemu kosakata Jinsei, kalau udah punya bank bentuk dan arti kanji, kalian cukup pelajari bentuk kanjinya pakai kanji apa, contoh jinsei kan pake kanji orang (人) dan hidup (生), makanya langsung tau kanjinya jinsei (kehidupan) adalah 人生. Contoh lain kosakata kokunai yang artinya dalam negeri, pakai kanji negara (国) dan dalam (内), maka kanji kokunai adalah 国内. Sisanya tambahin sendiri di kamus personal kalian ya.

    Udah dapet pointnya apa? Kita coba simpulkan ya.

    1. Hafalkan bentuk dan arti dari kanjinya. 
    Sambil perbanyak kosakata terlebih dahulu.

    2. Ga perlu cape-cape hafalin dan memisahkan kunyomi dan onyomi. 
    Kecuali kalau punya ketertarikan yang tinggi sama kanji.

    3. Mulai hubungkan kosakata yang udah dipelajari dengan kanji-kanjinya.

    4. Terus pakai kanji yang udah dipelajari. 
    Caranya banyak, bisa baca lirik lagu, ubah settingan HP ke bahasa Jepang, game yang kalian mainin ubah ke bahasa Jepang, cari artikel bahasa Jepang kaya di Mazii udah banyak tuh artikel bahasa Jepang, dll. Jadi cari yang ga bikin kalian bosen ya.

    5. Ini point tambahan, jaman sekarang udah ga wajib banget bisa nulis karena udah masuk ke zaman serba digital ya.

    Kasus kalian nulis di Jepang akan sangat jarang, tapi kalau bisa tulis itu jadi nilai tambahan, terutama kalau kalian kerjanya nanti di posisi yang memang wajib bisa nulis.

    Bahasan hari ini mungkin lebih ngedetilkan apa yang biasa aku bahas ya. Aku selama ini sering mention kan ya, "kanji mah gampang asal tau bentuknya". Kalau udah tau bentuknya tinggal hubungkan dengan kosakata yang terkait. Cara yang aku share tadi mungkin ga untuk semua orang, ada yang mungkin banyak nulis baru bisa hafal, atau kondisi lainnya. Jadi kenali diri sendiri paling ngerasa cocok dengan cara belajar yang seperti apa. Kalau masih kesulitan, atau ada yang ingin kita bahas lagi silahkan tulis dikomentar ya, biar nanti aku bahas.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Penjelasan Subjek dan Partikel WA serta GA dalam Bahasa Jepang

    Kak perbedaan partikel は dan が apa ya kak? Nah pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan, bahkan kita udah bikin content versi singkatnya, kali ini aku mau coba bahas SUBJEK dan partikelnya yang lebih detil. Coba pastikan udah paham dulu apa itu SUBJEK dan juga partikel penandanya biar nanti udah ga kesulitan ketika bikin kalimat. Meskipun kalau ngomongin SUBJEK itu basic banget sebenarnya, tapi kita coba bahas yuk.

    Masih inget kan? Supaya terbentuknya sebuah kalimat, setidaknya kalimat harus terdiri dari SUBJEK dan PREDIKAT. Yuk kita coba bahas satu-satu, awali dari pahami dulu apa itu SUBJEK dan penggunaan partikelnya seperti apa. 

    Apasih SUBJEK kalimat? Banyak yang mengartikan subjek itu adalah orang. Ga salah sih, tapi kurang tepat. Kalau di KBBI, arti dari subjek adalah "pokok pembicaraan" atau "pokok bahasan". Kalau aku cek sumber lain, ada yang bilang subjek itu "bagian dari kalimat yang menjelaskan siapa atau apa yang melakukan tindakan atau mengalami sesuatu". Subjek bisa aja terdiri dari orang, benda, tempat, hal, dll yang lagi kita omongin atau yang dijelaskan oleh predikatnya. Nah mungkin karena kita sering ngomongin orang jadi aja banyak yang nangkepnya subjek itu "orang" mungkin ya. Atau bisa jadi asal muasalnya dari waktu belajar bahasa Inggris subject itu diajarkan sebagai "orang", padahal sebenarnya bukan ya.

    Berbedanya sama bahasa Indonesia dan Inggris, selain ada partikel yang perlu kita tambahkan, dalam bahasa Jepang SUBJEK menunjukkan "topik pembicaraan" atau "orang/hal yang melakukan atau dijelaskan oleh predikat". Pertama-tama partikel penanda SUBJEK umumnya adalah は yang dibaca WA, karena untuk menyampaikan kedua fungsi subjek tadi kita bisa menggunakan partikel は (wa). Jadi yang ada di belakang は (wa) itu udah pasti subjek kalimatnya. Kalau kalian belajar dari Minna no Nihongo, kalian pasti udah belajar partikel atau pola kalimat seperti berikut di BAB 1, coba aku jelasin sambil liat contoh kalimatnya :

    Maiku miraa wa kaishain desu.
    マイク・ミラー (かい)(しゃ)(いん)です。
                S                     P
    Mike Miller adalah seorang pegawai perusahaan.
    Kalimat di atas bisa diliat subjek adalah Mike Miller, makanya di bahasa Jepangnya ditambahin partikel は (wa) di setelahnya.

    Maiku san no kaisha wa konpyuutaa no kaisha desu.
    マイクさんの(かい)(しゃ)は コンピューターの(かい)(しゃ)です。
                 S                                       P
    Perusahaannya Mike adalah perusahaan komputer.
    Sama dengan kalimat ini, subjek adalah Suzuki, jadi di tambahkan partikel は (wa) di setelahnya.

    Ano shiroi fuku wa takai desu ga, totemo kirei desu.
    あの(しろ)(ふく)は (たか)いですが、 とても きれいです。
            S                                             P
    Baju putih itu harganya mahal tapi sangat cantik.
    Kalimat ini pun subjeknya baju putih itu, makanya ditambahkan partikel は (wa) di setelahnya.

    Seperti yang ada di 3 contoh di atas, kita bisa simpulkan :
    1. SUBJEK itu topik pembicaraan atau apa yang sedang dibahas, dimana selalu ada partikel は (wa) disetelahnya
    2. SUBJEK itu ga selalu orang
    3. SUBJEK bisa berupa kata gabungan

    Sampai sini kebayang kan apa itu SUBJEK, dan di bahasa Jepang itu penggunaannya seperti apa?

    Berikutnya kita bahas partikel lain dari SUBJEK. Dimana partikel ini sangat dengan fungsinya dengan partikel は (wa) sebagai penanda SUBJEK, dan kebetulan bagian ini mungkin masih ada yang bingung nih. Yaitu partikel が (ga) sebagai pendanda "siapa" yang ngelakuin atau "apa" yang terjadi. sambil kita lihat contoh berikut :

    Watashi ga nihongo ga dekimasu.
    (わたし)が ()(ほん)()が できます。
     S            O                P
    Saya bisa bahasa Jepang.

    Kore ga watashi tachi no kyou no asagohan desu.
    これが (わたし)たちの 今日(きょう)の (あさ)ごはです。
      S                                    P
    Ini adalah sarapan kita hari ini.

    Di buku mungkin dijelaskan secara tidak langsung, atau mungkin masih kurang penjelasannya, sehingga banyak yang masih suka bingung sama perbedaan dari kedua partikel ini. Penggunaan partikel が (ga) sebenarnya mirip banget は (wa) sebagai penanda SUBJEK. Kalau kita perhatikan lebih dalam, partikel は (wa) digunakan untuk penanda SUBJEK "topik pembicaraan" atau juga "orang/hal yang melakukan atau yang terjadi". Tetapi partikel が (ga) itu hanya punya fungsi yaitu "nentuin pelaku atau hal yang terjadi" saja. 

    Neko wa/ga sakana o tabemasu.
    (ねこ)は (さかな)を ()べます。
    (ねこ)が (さかな)を ()べます。
    Kucing memakan ikan.

    Di kalimat ini kalau kita pake partikel は (wa) maka kita lagi ngomongin "kucing" sehingga kita ngasih tau "kucing itu makan ikan", atau bisa juga ngasih tau "kucing yang makan ikan".

    Sedangkan kalau pake partikel が (ga) kesannya kucing lah yang melakukan predikatnya yaitu makan


    So kita tambahin kesimpulan lagi yuk
    1. は (wa) sebagai penanda SUBJEK baik topik pembicaraan ataupun pelaku predikat / yang dijelaskan predikat, umumnya kita bisa tau lagi ngomongin apa dengan liat apa yang disebelum partikel は (wa).
    2. Sedangkan が (ga) hanya bisa sebagai penanda "siapa" yang ngelakuin atau "apa" yang terjadi.
    3. Kalau ga mau ribet, pisah aja penggunaannya kaya gini :
      は (wa) untuk topik pembicaraan
      が (ga) untuk pelaku yang ngelakuin / ngalamin predikatnya
    Tapi ini menurut aku ya, kalau menurut kalian gimana? Kalian punya cara misahin yang lebih mudah ga ya?

    Pembahasan kali ini basic banget ya, tapi hal basic kaya gini aja masih banyak yang kurang paham loh. Jadi aku tertarik ingin bahas tentang SUBJEK dan penggunaan partikelnya. Sampe sini dulu mungkin sharing-sharingnya kali ini. Menurut kalian gimana guys, apakah ada fungsi atau penjelasan aku yang kurang? Sekalian kasih tau aku juga menurut kalian oke ga penjelasan seperti ini? Dan apakah ada materi lain yang ingin kita bahas bareng disini? Coba tulis di komentar juga ya. Aku ingin denger pendapat dan masukan dari kalian.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Materi bahasa Jepang DASAR bukan bahasa sehari-hari?

    Untuk kalian yang udah pernah tinggal di Jepang atau minimal sering nontonin media-media Jepang seperti anime, drama, lagu, acara TV Jepang, kalian pernah ga sih mempertanyakan kenapa bahasa Jepang yang aku pelajari beda sama yang ada di buku? Atau mungkin kaget setelah nontonin percakapan sehari-hari di Jepang ternyata beda sama bahasa di textbook kalian? Ga perlu kaget, aku mau coba bahas kenapa materi bahasa Jepang DASAR bukan bahasa yang digunakan di sehari-hari. Kita coba masuk ke pembahasan yuk.

    (わたし)はマイク・ミラーです

    Nah yang belajar bahasa Jepangnya dari Minna no Nihongo pasti kenal banget sama kalimat tadi ya. Kalau kalian belajar dari buku, sebagai contoh aku ambil buku Minna no Nihongo. Di awal-awal kalian pasti belajar dulu kosakata dan pola kalimat yang nuansanya formal, atau kaku. Partikel penanda predikatnya masih pakai ...です, ...ます, ...ました dsb. Di awal-awal kurang dikenalkan gitu bahasa yang umum digunakan di keseharian. Nah sepemahaman aku setidaknya sampe N4, buku textbook memang kurang mengenalkan bahasa dengan nuansa casual, dan dibahasnyapun di akhir-akhir bukan di awal pelajaran. Jadi banyak orang yang ngerasa aneh ketika menonton media Jepang ternyata bahasa yang native gunakan ternyata beda dengan yang dipelajari di buku. Padahal sama, tapi karena penyampaian dari buku-buku itu selalu menekankan bahasa yang formal bukan bahasa yang casual. Sedangkan bahasa yang sering digukanan dalam keseharian adalah bahasa yang casual.

    Memang sebeda apa? Nih contohnya ya

    1. Orang ga ngomong 今日(きょう)(あつ)いですね tapi 今日(きょう)(あつ)いね, nah ga pake です kan?. 

    2. Ada juga bukan ngomong もう()べましたが、まだお(はら)()っています tapi lebih familiar もう()べたけど、まだお(はら)()ってる, nah mulai kerasa banget bedanya kan?

    Itu aja dah aku contohinnya. Secara garis besar bahasa formal dan casual ga beda jauh, tapi ada perbedaan yang membuat nuansanya memang kerasa beda. Terlepas nuansanya, meskipun orang Jepang cenderung sopan, dan agak kaku sama aturan. Mereka tetap menggunakan bahasa casual di keseharian layaknya warga negara lainnya. Orang yang belajar bahasa Jepang dari buku aja, setelah tinggal di Jepang, sebulan atau dua bulan berikutnya langsung lebih terbiasa menggunakan bahasa casual, karena kesehariannya pake bahasa casual bersama warga sekitarnya. Pengalaman pribadiku pun sama, aku datang ke Jepang memang awal-awalnya suka pake bahasa formal ke orang lain, tapi lama kelamaan malah jadi lebih nyaman pake bahasa casual, terutama ke orang yang udah kenal. Kerasa banget dah lebih nyantei juga ngomongnya.

    Kalau bahasa formal tidak dipakai di keseharian, terus buat apa dipelajari?

    Nah ini pertanyaan yang pernah aku temukan di Youtube. Bahkan ada konten kreator yang menyebarkan ajaran ga perlu belajar bahasa formal atau bahasa textbook karena ga dipakai di keseharian di Jepang. So aku sebutin kesimpulan jawaban aku dulu ya : KALIAN SALAH BESAR. Sehari-hari kita memang ngobrol pake bahasa casual, karena ya kita ngobrolnya sama orang yang udah kita kenal, udah akrab juga, sehingga lebih nyaman ngobrol dengan nuansa nyantai kan. Memang sih orang Jepang pun ngobrol sama orang yang dia ga kenal ada kalanya pakai bahasa caual kok. Nah kasus seperti itu biasanya ngobrolnya ketika nuansa yang nyantai. Kaya waktu nanya jalan kan ga usah kaku kaku gitu, ya ga beda jauh lah orang Indonesia juga gitu kan. 

    Nah pertanyaannya lawan bicaranya suka ga tuh di ajak ngobrol pake bahasa kasual sama orang yang ga dikenal atau yang posisinya mungkin dibawah mereka? Kalau lawannya ga suka, hal yang tidak diinginkan bisa jadi terjadi tuh. Jadi bahasa formal itu bahasa yang paling aman untu dipake ke semua orang, kecuali dipake ke orang yang udah akrab banget. Karena kesannya malah jadi kurang menghargai pertemanan. Kan udah akrab kok masih kaku aja ngobrolnya? Hehe.

    Selain itu pernah ga kalian berada di posisi dimana kalian memang perlu ngomong pake bahasa formal, seperti kalian jadi waiter/waitress di restoran, atau kalian kerja di hotel dimana kalian perlu ngomong sopan sama pelanggan. Dalam kasus seperti itu kalau kalian ngomong ke pelanggan pakai bahasa casual, sama aja kalian mengikat tali ke leher sendiri. Jangankan bahasa casual, bahasa formal pun sebenarnya kurang bagus kalau ke pelanggan. Alangkah baiknya kalian pakai bahasa sopan atau (けい)() (kegio) ke pelanggan. 

    Jadi udah tau kan alasan kenapa bahasa formal duluan yang dipelajari di buku pelajaran bahasa Jepang? Supaya kalian terbiasa menggunakan bahasa yang paling aman dulu biar ga nyusahin diri sendiri waktu di Jepang. Eh tunggu, tadi ke mention bahasa sopan beda sama bahasa formal?

    Beda ya, dalam bahasa daerah di Indonesia pun banyak juga yang ada nuansa sopan ya, contoh bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Nah (けい)() (kegio) atau bahasa sopan dalam bahasa Jepang pun dibagi menjadi 2 yaitu (そん)(けい)() (sonkeigo) yang meninggikan lawan dan (けん)(じょう)() (kenjougo) yang merendahkan diri. Kali ini aku ga akan bahas detil bahasa sopan dalam bahasa Jepang, tapi kita coba fokus ke digunakan untuk apa bahasa sopan itu? Di Jepang bahasa sopan sering digunakan dalam konteks yang lebih tinggi seperti profesional atau bisnis. Makanya di dunia kerja yang berada di posisi menghubungkan perusahaan dengan pelanggan (B2C) atau bahkan menghubungkan dua perusahaan (B2B) diharuskan menggunakan bahasa yang sopan karena kalian mewakili perusahaan kalian. Kalau kalian pake bahasa casual, itu akan memberikan kesan perusahaan kalian tidak menghargai atau menganggap rendah pelanggan atau perusahaan client. 

    Terus seperlu itu kah mempelajari ketiganya ?

    Kalau udah tau fungsi masing-masing nuansanya, sekarang kita masuk ke seperlu apa kita pelajari semuanya. Seberapa perlunya aku tanya ke kalian langsung. Kalian mau terus naik level ga? Mau terus naik jabatan ga? dan mau terus naik kualitas hidup kalian di Jepang? Aku bilang kalian perlu bisa menguasai ketiganya, bisa memisahkan kapan pake bahasa casual, formal sampe ke bahasa sopan. Karena ga mungkin perusahaan menenpatkan orang yang ga bisa menguasai ketiganya di posisi yang crusial seperti penghubung ke perusahaan atau client. So kesimpulannya apa kalian masih ngerasa ga perlu menguasai ketiganya karena sehari-hari cuman pakai bahasa kasual? Kalau kalian bener-bener berfikir seperti itu silahkan tulis dikomentar pendapat kalian, aku ingin tau pendapat kalian. 

  • Belajar Bahasa Jepang

    Bagus ga ya belajar bahasa Jepang dari anime, lagu, atau drama ?

    Belajar bahasa Jepang lewat media2 seperti anime, lagu, dan drama Jepang itu bagus ga sih ?

    Nah  pertanyaan2 seperti di atas pasti udah sering denger
     Apalagi akhir2 ini aku sering ditanyain begitu sama mereka yang baru mulai belajar bahasa Jepang.

    Di Indonesia banyak yang suka nonton anime, dan drama Jepang, atau dengerin lagu2 Jepang, dan ga dikit dari mereka yang berujung tertarik belajar bahasa Jepang. Jadi kali ini aku mau coba bahas soal media2 tersebut bisa dijadiin media belajar ga yaa ? , kalau memang dijadikan itu ada plus minusnya ga ya ? Yuk langsung ke pembahasannya.

    Bahasa Jepang dalam ANIME, LAGU, dan DRAMA Jepang 

    Kalau kalian belajar dari 3 media ini apa aja sih yang bisa kalian dapatkan, dan apa aja sih yang perlu kalian perhatikan, yuk kita bahas.

    Point pertama yaitu bisa belajar listening. Banyak pelajar bahasa Jepang merasa kesulitan dalam melatih listening mereka. Nah 3 media ini dapat membantu kalian melatih listening bahasa Jepang. Karena tokoh2 dalam drama maupun anime mereka punya perbedaan kebiasaan berbicara masing2. Ada yang bicaranya cepet, ada yang pelan, terus perbedaan penggunaan intonasi2 juga. Ga beda jauh sama orang Jepang pada umumnya. 


    So, untuk melatih pendengaran, membiasakan diri mendengarkan bahasa Jepang, 3 media ini bisa kalian manfaatkan yaa, selain itu untuk kalian yang memang menyukai 3 media ini, kalian bisa belajar sambil menikmati konten yang kalian sukai.

    Point kedua, banyak yang bisa kalian ambil dari media2 tersebut. Salah satunya adalah bahasa Jepang kasual, atau yang biasanya digunakan dalam keseharian. Iya, banyak slang, dialek, ekspresi, hingga budaya keseharian mereka. Jadi dalam media2 ini kalian bakal dapat banyak mengenai bahasa non formal hingga budaya2 yang bisa jadi kalian ga dapat dari buku2 pelajaran.

    Iya, jadi orang belajar dari buku aja, bisa jadi akan kaget ketika datang ke Jepang.  
    "Lho kok mereka ngomongnya beda sama yang ada di buku?!?!"
    Buku2 pelajaran itu menjelaskan bahasa Jepang yang formal atau baku. Gimana aja di Indonesia, di Jepang pun ketika bicara sama orang2 yang udah deket seperti temen, keluarga, dll, itu kan ga ngobrol pake bahasa baku kan. Jadi dari media2 ini kalian bisa dapet bahasa2 yang sering digunakan dalam konteks keseharian.   



    Penting ternyata yah belajar dari media2 tersebut. TAPI Eitts!?!?!?, sebelum menyimpulkan seperti itu kita bahas point ke tiga dulu yuk. Bahasa2 yg digunakan itu ga selalu bahasa yang bagus yah, malah terkadang kesannya kasar. Jadi kalian perlu bisa milih mana bahasa2 yang bisa kalian adaptasi dalam keseharian kalian. Selain itu hasil terjemahan subtitle itu biasanya disesuaikan dengan budaya bahasa hasil terjemahannya. So sering banget kosakata atau pola kalimat diterjemahkan sedikit berbeda dengan maksud sebenarnya dalam budaya Jepang.

    So, kalian perlu juga tau konteks penggunaan kata/pola kalimat yang digunakan pada media2 tersebut. Nah di sinilah peran buku2 pelajaran, dan juga keberadaan mentor diperlukan. Karena apa yang kalian dengar dari media2 tersebut biasanya ga akan ada penjelasan kapan sebaiknya kalian menggunakannya. Kalau kalian pinter2 sih bisa aja kalian belajar otodidak dan mencari sendiri cara pake kata/pola kalimat tersebut. 

    Nah sekarang kita lanjut ke point ke empat, yaitu media2 tersebut khususnya anime dan lagu, mereka terkadang, atau mungkin sering kali menggunakan pola kalimat yang tidak sesuai dengan seharusnya. Di anime sering kali bahasa yang digukanan itu menyesuaikan dengan tokoh/karakternya sehingga muncul kebiasaan2 yang ga bagus untuk ditiru. Sehingga kalau kita tiru 100% malah membuat bahasa Jepang kita terkesan tidak natural.

    Beda lagi kalau di lagu2 Jepang, guna meningkatkan estetika lagu terkadang atau bisa jadi sering mereka menghiraukan pola kalimat yang benar. Kalau dari sisi drama, seharusnya kasus2 seperti ini lebih jarang terjadi, tapi tetap ada loh guna menyesuaikan dengan cerita. So, tetap hati2 ya dalam mengadaptasi bahasa Jepang dari media2 tersebut.



    Kesimpulannya, jika kalian milih untuk belajar bahasa Jepang lewat anime, lagu, atau drama, disarankan untuk tetap mengkombinasikannya dengan sumber belajar resmi seperti buku teks, atau dibimbing juga oleh mentor. Ini akan membantu kamu belajar bahasa Jepang secara lebih akurat. Karena kalau kalian belajar dari 3 media itu saja, setidaknya bahasa Jepang kalian pasti bakal aneh dan gak akan natural.

    So gimana kalau kalian ?
     Yang sekarang lagi belajar bahasa Jepang aku saranin gunakan media2 ini sebagai materi tambahan aja kali yaa. Jadi buku2 yang udah kalian beli, gunakan juga sebagai materi utamanya biar bahasa Jepang kalian masih tetap akurat.

    Semoga diberi kelancaran dan, (がん)()ってくださいね

J-Class, pernah diliput di :