Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

Belajar

Belajar Dasar Keterangan dan Penyebutan Waktu Dalam Bahasa Jepang

Belajar Dasar Keterangan dan Penyebutan Waktu Dalam Bahasa JepangKita ketemu lagi di bahasan materi bahasa Jepang ya guys. Kali ini aku mau coba bahas lanjutan dari materi yang udah pernah aku share ya. Masih inget kan kita udah bahas bagaimana predikat dalam bahasa Jepang, terus ada juga pembahasan objek dalam kalimat. jadi harusnya udah pada bisa ya bikin kalimat S-O-P. Kali ini kita coba lanjut bahasan mengenai pola kalimat dasarnya, khususnya cara-cara menyebutkan waktu atau keterangan waktu dalam bahasa Jepang. Biar nanti kalian udah bisa nyebutin kapan kejadian atau kegiatannya terjadi ya. Ga usah panjang- panjang pembukaannya, mending kita masuk ke pembahasannya yuk.

Oke, aku udah mention dikit tadi tapi biar makin jelas, kita coba kenalan dulu sama apa itu keterangan waktu. Intinya keterangan waktu itu keterangan yang nunjukkin kapan terjadinya sesuatu. Contohnya seperti besok, minggu depan, taun lalu, dll. Tapi aku mau sekalian ngebahas juga kosakata atau penyampaian waktu yang lainnya, seperti penyebutan durasi yang menjelasikan berapa lama, dan juga frekuensi yang menjelaskan seberapa sering. Nah untuk yang durasi dan juga frekuensi sebenernya masuk kedalam kata intensitas bukan masuk keterangan waktu, namun berhubung masih berkaitan dengan waktu aku coba bahas juga ya.

Nah uniknya, dalam bahasa Jepang untuk bisa menyampaikan keterangan waktu kita perlu tau logika yang sedikit berbeda kalau dibanding bahasa Indonesia. Ada yang perlu partikel, ada yang ga perlu partikel. Jadi kita perlu tau dulu kata keterangan yang akan kita sebutkan itu bagian dari yang mana, spesifik atau engga, kemudian yang durasi atau frekuensi pun punya caranya dan penempatannya sendiri. Kalau udah tau logikanya, harusnya penggunaan partikel ataupun penempatan keterangan waktu ini akan terasa sangat mudah kok. Kita coba kenalan satu-per satu yuk. Kita mulai bahas dari keterangan waktu kapan kejadiannya.

Keterangan Waktu Kapan Kejadiannya 

Kalau kalian belajar bahasa Jepangnya pakai buku kaya buku Minna no Nihongo, kalian udah ketemu sama cara penyebutan waktu di bab-bab awal. Memang yang kita bahas pertama ini termasuk basic banget ya, tapi terkadang masih ada yang keliru, dikarenakan ada logika yang penggunaan partikel yang bisa jadi masih ada yang kurang paham. Yaitu membedakan kapan kita harus pakai partikel に dan kapan ga perlu pakai partikel. 

 Iya, jadi waktu kita ngasih tau kapan kejadiannya, penyebutannya ada 2 kemungkinan. Intinya, kita akan harus menggunakan partikel に ketika keterangan waktunya ada angkanya atau spesifik. Berarti kalau ga ada angka atau ga spesifik, jangan pake partikel に ya. Nah terkadang ada yang kurang mengerti maksud dari spesifik di sini itu apa ya? Contoh kita liat kalimat simple berikut:

Watashi wa kesa tabemashita 
(わたし)今朝(けさ)()べました
Aku makan tadi pagi
Watashi wa ashita no asa ni hatarakimasu
わたし明日あしたあさはたらきます
 Aku bekerja pagi besok
Watashi wa 5 ji ni ikimashita
わたし5きました
Aku berangkat jam 5
Watashi wa sen kyuu hyaku kyuu juu yon nen ni umaremashita
わたし1994ねんまれました
 Aku lahir di tahun 1994


To the point ya, kalimat 1 ga perlu に sedangkan yang 2 perlu partikel に. Ini karena "tadi pagi" masih cukup luas cangkupan periodenya, sehingga kita belum bisa tau pagi kapannya. Sedangkan "pagi besok" akan pakai partikel に karena dari kata "besok" yang masih ga jelas, kemudian diperjelas dengan kata "pagi", sehingga kata gabungan "pagi besok" ini terhitung sebagai spesifik. Kalau yang contoh 3 dan 4 mah udah pasti pakai に ya, karena ada angkanya. Sekarang kita coba liat contoh lain yang ga perlu pakai itu seperti berikut :

Watashi wa konban nemasu
(わたし)(こん)(ばん)()ます
Aku tidur malam ini
Watashi wa raishuu jakaruta e ikimasu
(わたし)(らう)(しゅう)ジャカルタへ()きます
Aku pergi ke Jakarta minggu depan
Watashi wa kyonen sushi o tabete mimashita
(わたし)(きょ)(ねん)寿()()()べてみました
Aku udah cobain makan sushi tahun lalu 

Udah keliatan banget kan ya, 3 kalimat di atas pakai keterangan waktunya masih abu-abu, dan ga jelas kapannya gitu. Tidur malam ini, jam berapa?, pergi ke Jakarta minggu depan hari apa?, yang makan sushi ini lebih parah, dari tanggal 1 januari sampai 31 desember dia kapan makan sushi nya ga jelas kan? Sampe sini udah kebayang ya yang ga spesifik itu yang seperti apa?

Di contoh tadi aku buat juga, tapi izin untuk coba jelasin lebih detail case dimana kalau keterangan waktunya berupa kata gabungan seperti kata gabungan KB + KB, maka kata gabungan itu akan terhitung spesifik, sehingga biasanya akan menggunakan partikel に di kalimatnya. Contohnya seperti berikut:

Watashi wa senshuu no getsuyoubi ni karimashita
(わたし)(せん)(しゅう)(げつ)(よう)()()りました
 Aku meminjamnya senin minggu lalu
Watashi wa kayoubi no yuugata ni benkyou shimasita
(わたし)()(よう)()(ゆう)(がた)(べん)(きょう)しました
Aku belajar sore hari selasa
Watashi wa raigetsu no chuujun ni kaerimasu
(わたし)(らい)(げつ)(ちゅう)(じゅん)(かえ)ります
Aku pulang pertenganhan bulan depan

Kalau gini kan kita bisa tau detailnya kapan. Seperti Minggu lalunya hari apa, waktunya udah lebih spesifik. Hari selasanya juga selasa kapannya udah dispesifikkan. Bulan depannya bulan depan kapan juga ya. Kalau udah berupa kata gabungan, biasanya mereka sudah terhitung spesifik ya, jadi kita akan perlu menggunakan partikel に. Nah dari penjelasan tadi coba kita simpulkan ya 

1. Kalau ada angkanya seperti nunjukkin jam, menit, tanggal, bulan, dan tahun itu udah pasti kita pakai partikel に.
2. Tapi kalau keterangan waktunya berupa kata tunggal yang ga spesifik atau masih abu-abu kita ga perlu pakai に.
3. Kalau keterangan waktunya terdiri dari kata gabungan KB + KB, maka kita akan memerlukan partikel に.

Kak, gimana kalau kita pakai に di waktu yang ga spesifik? Jawabannya AMAN, tersampaikan dan orang Jepang pun terkadang gitu, tapi ga natural aja nanti kesannya. Kalau sampai sini udah paham, kita coba liat contoh kalimat dibawah. Aku ga akan langsung kasih jawabannya, ga akan kasih terjemahannya juga, tapi coba perhatikan dan bayangin dulu dari contoh kalimat berikut mana yang harus ada partikel に dan mana yang ga perlu. Jawabannya aku simpen di bagian paling bawah artikel ini ya.

1. (わたし)明日(あした)( )(がっ)(こう)()きます
2. (かい)()(らい)(しゅう)()(よう)()( )(おこな)われます
3. 7()( )()きて、すぐシャワーを()びます
4. (きょ)(ねん)(はる)( )()(ぞく)(さくら)()たよ
5. ()(もの)がおいしいから、明後日(あさって)( )(とも)(だち)(いっ)(しょ)()ようかな
6.  ()りた(ほん)は9(がつ)( )(かえ)したと(おも)いますよ


Gimana? Apa udah pada pegang jawabannya masing masing kan? Nanti check di paling bawah untuk jawabannya ya. Aku sengaja ga buatin dulu cara baca, dan arti kalimat-kalimatnya ya biar kalian fokus sama partikelnya pakai に atau ga pakai partikel. 

Dari tadi aku baru bahas soal partikelnya, sekarang aku coba mention singkat aja mengenai posisi penempatan keterangan waktu. Memang posisi paling benernya dipasang di antara SUBJEK dan OBJEK. Inget ya pola kalimat dalam bahasa Jepang itu S-K-O-P. Jadi kalau kata keterangannya ada banyak, selama semua deretan keterangannya ada di antara SUBJEK dan OBJEK, maka sah-sah aja. Contohnya seperti berikut:

Watashi wa  shichiji ni tomodachi to  eiga o  mimasu
(わたし) 7()に (とも)(だち) (えい)() ()ます
  S                  K                  O             P
Aku  nonton  film  bersama teman jam 7
  S         P         O                    K

Urutan bersama teman dan jam 7 bisa kalian tukar-tukar, karena masih di area kata keterangan. Seacara ilmu kebahasaan, posisi ini paling bener. Meskipun gitu, banyak juga orang yang pasangnya di sebelum SUBJEK, jadinya "7時に私は友達と...", kalimat ini ga salah dan sah-sah aja. Ini dikarenakan cukup banyak orang Jepang yang biasa nyebutin waktu duluan. Casenya mirip sama orang Indonesia kan ya hhe. Yang masih kurang jelas, bisa baca artikel cara menyusun kalimat bahasa Jepang atau tonton video berikut ya 



Waktu Durasi dan Frekuensi 

Kalau ngomongin durasi, itu singkat kata berapa lama kejadian atau kegiatannya. Kalau kita menjelaskan kapan terjadinya harus liat apakah kita pakai partikel に atau engga, nah ngomongin durasi dan juga frekuensi kita ga perlu mikirin partikel ya, cukup pasang aja kosakata durasi atau frekuensi di kalimatnya ga perlu nambahin partikel apa-apa. Coba kita liat di contoh-contoh berikut:

Watashi wa mainichi nihongo o benkyou shite imasu
(わたし)(まい)(にち)()(ほん)()(べん)(きょう)しています
Saya tiap hari belajar bahasa Jepang
Watashi wa kinou ni jikan eiga o mimashita
(わたし)昨日(きのう)2()(かん)(えい)()()ました
Saya kemarin nonton film 2 jam
Watashi wa maishuu yon kai undou shite imasu
(わたし)(まい)(しゅう)4(かい)(うん)(どう)しています
Saya tiap minggu olah raga 4 kali
Watashi wa maitoshi kazoku to ni kai ryokou shite imasu
(わたし)(まい)(とし)()(ぞく)2(かい)(りょ)(こう)しています
Saya traveling 2 kali tiap tahun bareng keluarga 

Dari 4 kalimat di atas, kita bisa lihat bahwa di setelah durasi ataupun frekuensi, kita ga perlu nambahkan partikel apapun ya. Nah mungkin pada sadar juga, bahwa posisinya penempatannya kok ada yang berbeda ya. Jadi durasi ataupun frekuensi, secara posisi pun terbilang cukup fleksibel. Berbeda sama keterangan waktu kapan yang udah pasti ada di posisi yang ditentukannya, penempatan durasi ataupun frekuensi itu sebenernya ga ada. Tapi supaya bisa terkesan lebih natural, sebenernya ada kebiasaan penempatan yang digunakan orang Jepang. Biasanya durasi ataupun frekuensi dipasang di sebelum objek, atau sebelum predikat, balik lagi ya ini ga harus dan ga selalu. Aku coba kasih contoh tambahan yang posisinya aku coba ubah ya.

Watashi wa maishuu shacho to ni kai kaigi shite imasu yo
(わたし)(まい)(しゅう)(しゃ)(ちょう)2(かい)(かい)()していますよ
 Saya rapat 2 kali dengan pimpinan setiap minggu

Watashi wa maishuu ni kai shacho to kaigi shite imasu yo
わたし(まい)(しゅう)2(かい)(しゃ)(ちょう)(かい)()していますよ
Saya rapat dengan pimpinan setiap minggu 2 kali 
Watashi wa ni kai shacho to maishuu kaigi shite imasu yo
わたし2(かい)(しゃ)(ちょう)(まい)(しゅう)(かい)()していますよ
Saya rapat setiap minggu dengan pimpinan 2 kali 

Dari kalimat di atas, kalimat ketiga mungkin banyak orang termasuk aku ngerasa kurang sreg mungkin. Tapi kalian mau pake kalimat yang manapun, maksud dari kalimatnya ga akan berubah, dan secara kalimat pun sah-sah aja. Terus kalau di paling depan bisa ga kak? Misal dari kalimat yadi jadi 毎週私は.... gimana boleh ga? Boleh, biasanya untuk kosakata frekuensi seperti 毎日 (tiap hari), 毎週 (tiap minggu), dll sih cukup sering denger pada make di posisi awal kalimat, tapi ga harus ya. Silahkan sesuaikan aja ya posisinya.

Gimana guys bahasan kali ini? Kali ini kita fokus sama pembahasan waktu dalam kalimat, aku udah share contoh-contohnya juga, semoga membantu dan memberikan penjelasan untuk kalian. Kalau masih ada yang kurang paham, atau ada yang ingin kita bahas lebih dalam lagi, coba tulis di kolom komentar ya biar aku coba bahas di artikel berikut-berikutnya. 

Berikut jawaban dari pertanyaan tadi ya, silahkan dicheck... 

Watashi wa ashita gakkou e ikimasu
(わたし)明日(あした)がっこうきます
Aku pergi ke sekolah besok
*ga perlu nambahkan partikel に, karena kata keterangan waktu yaitu 明日 itu tidak ada angkanya ataupun spesifik

Kaigi wa raishuu no doyoubi ni okonawaremasu 
(かい)()(らい)(しゅう)()(よう)()(おこな)われます
Rapatnya diadakan sabtu minggu depan
*pakai partikel に, karena kata keterangan waktunya 来週の土曜日 merupakan kata gabungan sehingga bisa kita anggap spesifik
Shichi ji ni okite, sugu shawaa o abimasu
7()()きて、すぐシャワーを()びます
Bangun jam 7, kemudian langsung mandi (shower)
 *pakai partikel に, karena kata keterangan waktunya 7時 ada angkanya

Kyonen no haru ni kazoku to sakura o mita yo
(きょ)(ねん)(はる)()(ぞく)(さくら)()たよ
Aku lihat sakura bareng keluarga di musim gugur tahun kemarin loh
 *pakai partikel に, karena kata keterangan waktunya 去年の春 merupakan kata gabungan sehingga bisa kita anggap spesifik
Tabemono ga oishii kara, asatte tomodachi to issho ni koyou ka na
()(もの)がおいしいから、明後日(あさって)(とも)(だち)(いっ)(しょ)()ようかな
Karena makanannya enak, kayanya besok lusa datang lagi bareng temen ya
*ga perlu nambahkan partikel に, karena kata keterangan waktu yaitu 明後日 itu tidak ada angkanya ataupun spesifik
Karita hon wa kugatsu ni kaeshita to omoimasu yo
()りた(ほん)9(がつ)(かえ)したと(おも)いますよ
Buku yang aku pinjam udah aku kembalikan bulan september
 *pakai partikel に, karena kata keterangan waktunya 9月 ada angkanya

Kontak Aku kesini yaa:

Komentari Artikel Ini

Komentar

    No Comments To Display

J-Class, pernah diliput di :